SMAN 1 Sembalun Akhirnya Luluskan Aldi Irfan

Dari kiri ke kanan: Kasi PMS LPMP NTB, Asisten Bidang Pelaporan ORI NTB, Aldi Irfan, Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun, Perwakilan LPA NTB, dan Kepala Desa Sembalun Timbagading berfoto bersama selepas penandatanganan surat kelulusan Aldi Irfan, Sabtu (25/05/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kasus tidak diluluskannya salah satu siswa SMAN 1 Sembalun, Aldi Irfan, akhirnya menemukan titik terang. Pihak sekolah akhirnya memutuskan memberi surat kelulusan Aldi, Sabtu (25/05/2019).

Keputusan untuk meluluskan aldi ditetapkan dalam rapat Dewan Guru, Jumat (24/05/2019). Rapat itu sendiri digelar setelah pihak sekolah mendapat rekomendasi dari beberapa pihak, salah satunya Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Asisten Bidang Pelaporan Ombudsman NTB, Sahabudin, menyampaikan dalam acara penyerahan surat kelulusan aldi bahwa pihak sekolah memang harus meluluskan Aldi. Mengingat ORI NTB mendapatkan kemungkinan maladministrasi yang dilakukan sekolah.

“Kami Ombudsman memberikan saran untuk kita perbaiki. Karena dari dokumen yang kami pelajari ada kemungkinan maladministrasi,” ujar Sahabudin, Sabtu (25/05/2019).

Walaupun begitu, Sahabudin menerangkan pihaknya tidak sampai menjatuhkan sanksi terhadap pihak sekolah karena melihat adanya niat baik untuk memajukan sekolah.

“Hanya saya dalam proses memang tidak ada yang sempurna,” tegas Sahabudin.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi (Kasi) Pemetaab Mutu dab Supervisi LPMP NTB, I Made Murta Astawa, menerangkan bahwa tujuan pendidikan adalah memang untuk membuat anak didik menjadi kritis. Karena itu, alasan sekolah tidak meluluskan Aldi yang dianggap kerap mengkeritik kebijakan sekolah adalah kurang tepat.

Aldi Irfan menandatangani surat kelulusannya, Sabtu (25/05/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Surat keputusan kelulusan Aldi sendiri ditandatangani oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun, Sadikin Ali, Aldi Irfan selaku murid, perwakilan ORI NTB, dan perwakilan BKBH Unram selaku pendamping hukum.

Sadikin sendiri setelah menandatangani surat kelulusan Aldi menyampaikan bahwa apa yang dilakukan sekolah semata-mata untuk menjaga marwah pendidikan. Dimana sejauh yang dipahami Sadikin, apa yang dilakukannya adalah untuk memajukan pendidikan.

“Kami semata-mata ingin memajukan sekolah pingguran untuk menuju NTB gemilang,” ujar Sadikin.

Aldi Irfan berpelukan dengan Kepala Sekolah SMAN 1 Sembalun, Sadikin Ali, setelah menerima surat kelulusannya, Sabtu (25/05/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Menurut Sadikin, apa yang terjadi saat ini adalah contoh dari dinamika di dunia pendidikan. Dimana kebijakan sekolah memang selalu akan diwarnai pro dan kontra. Namun tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik.

Aldi sendiri menerima surat kelulusannya dengan penuh haru. Untuk itu Aldi berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya mendapat kelulusannya setelah mengikuti Ujian Nasional pada bulan April 2019 lalu.

“Mudah-mudahan pemerintah Indonesia (kedepannya) mewujudkan pendidikan yang ilmiah dan mengabdi kepada rakyat,” ujar Aldi.

Sebelumnya Aldi adalah satu-satunya siswa SMAN 1 Sembalun yang dinyatakan tidak lulus oleh sekolahnya. Hal itu karena pihak sekolah menilai Aldi yang sering mengkritisi kebijakan sekolah sebagai bentuk kenakalan.