247 Kepala Keluarga Terdampak Banjir Bandang di Dompu

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, menyiapkan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Dompu. (Foto: Dok BPBD NTB) 

Mataram (Inside Lombok) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sedang melakukan pendataan dampak banjir bandang yang melanda empat kelurahan, pada Rabu (3/4).

“Kami melakukan identifikasi kerugian akibat banjir bandang tersebut sejak Rabu malam dan dilanjutkan kembali pagi ini,” kata Kepala BPBD Kabupaten Dompu, Imran M Hasan, melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Kamis (04/4)

Ia menyebutkan wilayah yang diterjang banjir bandang pada Rabu (3/4) pukul 13.30 WITA, adalah Kelurahan Bali I, Karijawa, Kota Baru, Kampo Samporo.

Banjir tersebut disebabkan meluapnya air di sepanjang bantaran Sungai Silo dengan ketinggian air mencapai 2,93 meter. Luapan air disebabkan curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Dompu, dan Bima.

Data sementara, jumlah rumah rusak berat akibat diterjang banjir sebanyak tujuh unit dan satu rumah panggung hanyut di Kelurahan Bali I, sedangkan jumlah warga yang terdampak sebanyak 247 kepala keluarga.

Menurut Imran, tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana alam tersebut, namun warga terdampak mengungsi ke tempat lebih aman karena air masih merendam rumah dan harta benda mereka.

“Kondisi air sungai Silo dan sungai Laju sudah mulai surut. Tim BPBD Kabupaten Dompu masih melakukan pendataan dan identifikasi kerugian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Agung Pramuja, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan bantuan logistik berupa bahan makanan siap saji, susu bayi dan keperluan lainnya untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Dompu.

“Bantuan logistik sudah diberangkatkan dari Mataram menuju Kabupaten Dompu, pada Rabu malam,” ujarnya. (Ant)