Belasan Rumah di Taman Ayu Rusak Diterjang Puting Beliung

297
Kondisi salah satu rumah yang rusak akibat puting beliung di Taman Ayu, Gerung pada Sabtu sore (10/10/2020). (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Bencana alam angin puting beliung kembali menerjang kawasan Lombok Barat, tepatnya di Dusun Induk, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Sabtu sore kemarin (10/20/2020) sekitar pukul 15:00 wita. Bencana alam ini mengakibatkan belasan unit rumah mengalami kerusakan dan menyebabkan 2 korban luka-luka.

Akibat puting beliung ini seperti yang ungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat, Mahnan, bahwa 2 rumah mengalami rusak berat. Karena atapnya dirobohkan dan ditiup angin bahkan hingga sejauh sekitar 10 meter dan menimpa bangunan rumah lainnya.

“Untuk data sementara, yang rusak berat sekitar 2 unit dan 9 unit rumah kategori rusak ringan” kata Mahnan, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (11/10/2020).

Terkait penanganan, kata Mahnan, yang dilakukan sama seperti yang di Badrain beberapa waktu yang lalu. Yang menjadi prioritas adalah kebutuhan mendesak seperti makanan cepat saji, terpal, tikar, hingga selimut yang setelah kejadian langsung disalurkan kepada korban.

Sementara itu, terkait korban luka, lanjutnya, ada 2 orang yaitu sepasang suami istri yang berada di dalam rumah dan tertimpa rerutuhan material bangunan karena melindungi anaknya yang masih balita.

“Korban itu suami istri dalam satu rumah, kepala keluarganya (suami, red) berumur 32 tahun dan istrinya 28 tahun, mereka luka ringan” bebernya.

Kades Taman Ayu Muhammad Tajudin mengatakan bahwa kedua korban luka tersebut telah mendapatkan penanganan dari pihak puskesmas setempat.

“Anaknya ini kan hampir tertindih material, makanya diselamatkan sama ibu dan bapaknya, makanya yang banyak luka mereka. Tapi syukurnya sudah mendapat penangangan” jelas Kades Taman Ayu ini.

Saat ini, korban yang rumahnya masuk kategori rusak berat dianjurkan untuk mengungsi di rumah tetangga yang tidak terdampak. Diketahui bahwa dalam musibah ini ada 11 kepala keluarga yang terdampak.

“Kemarin sudah kita minta mereka buat tenda, tapi karena masih ada balita jadi tidak enak ditaruh di tenda. Akhirnya ngungsi ke tetangga dulu sementara,” ungkap Tajudin.