Dalam Dua Hari, Dua Bayi Dibuang di Kota Mataram

Penemuan mayat bayi di aliran Sungai Jangkuk, Kelurahan Sayang-sayang, Selasa (12/03/2019) (Inside Lombok/Humas Polsek Cakranegara)

Mataram (Inside Lombok) – Kasus pembuangan bayi masih marak terjadi di Kota Mataram. Pada Selasa (12/03/2019) Polsek Cakranegara menerima laporan penemuan mayat bayi di aliran Kali Jangkuk, Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-sayang, Cakranegara. Berselang sehari, yaitu pada Rabu (13/03/2019) giliran Polsek Ampenan yang menerima laporan penemuan mayat bayi di aliran sungai lingkungan Geguntur, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.

“Diperkirakan pelaku membuang mayat bayi tersebut sesaat setelah lahir. Karena dari kondisi fisiknya dalam keadaan normal dan tali pusar masih segar,” ujar Kapolsek Ampenan, Kompol I Wayan Suteja, kepada Inside Lombok, Rabu (13/03/2019) melalui pesan singkat.

Senada dengan itu Kapolsek Cakranegara, Kompol Muslih, menerangkan bahwa saat ditemukan bayi dengan jenis kelamin laki-laki yang tersangkut di pintu aliran air Kali Jangkuk tersebut begitu saja mengambang di sana masih dengan tali pusar yang belum sempat dipotong.

“Ditemukan warga sana yang melihat benda mengapung, awalnya dikira adalah boneka. Namun setelah diperhatikan dengan lebih jelas saksi-saksi jadi terkejut karena ternyata mayat bayi,” ujar Muslih saat dikonfirmasi, Rabu (13/03/2019).

Berdasarkan keterangan dari Polsek Cakranegara, mayat bayi di aliran Sungai Jangkuk tersebut ditemukan pertamakali oleh seorang saksi yang bekerja sebagai penjaga pintu air di daerah tersebut, Afandi. Afandi bersama seorang kawannya kemudian mengait mayat bayi tersebut dengan menggunakan pengait dari bambu.

Salah seorang saksi yang melihat kejadian tersebut menerangkan bahwa warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak mengetahui asal mayat bayi tersebut dan menduga bahwa mayat bayi tersebut telah dibuang dari tempat lain.

“Kata warga di sana dia (mayat bayi, red.) hanyut terus ditemuin di deket saringan air,” ujar salah seorang saksi saat dikonfirmasi Inside Lombok, Selasa (12/03/2019).

Tidak jauh berbeda, berdasarkan keterangan dari Polsek Ampenan, mayat bayi di Lingkungan Geguntur pertamakali ditemukan oleh seorang saksi bernama Marjan yang sehari-hari bekerja mengumpulkan plastik yang hanyut di Sungai Geguntur dengan menggunakan sorok. Marjan yang berusaha meyorok sebuah kantung plastik kemudian terkejut ketika menemukan mayat bayi dalam kantung plastik tersebut.

Penemuan mayat bayi di aliran sungau Geguntur, Jempong Baru, Sekarbela, Rabu (13/03/2019) (Inside Lombok/Humas Polsek Ampenan)

Menanggapi hal tersebut, Suteja menerangkan bahwa pihaknya akan melakukan razia di kos-kosan atau tempat-tempat yang dicurigai untuk menjaring pasangan tanpa ikatan pernikahan. Menurut Suteja, perhatian dari orang-orang terdekat adalah hal utama untuk menghindari semakin banyaknya orang yang melakukan hal tersebut.

“Ini karena banyak pergaulan bebas. Pihak laki laki banyak yang tidak bertanggungjawab, mau nikmat sesaat,” pungkas Suteja.

Kedua mayat bayi tersebut saat ini telah dibawa dan dititipkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB guna proses penyelidikan. Untuk proses pemakaman sendiri, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak lingkungan atau kelurahan tempat kedua mayat bayi tersebut ditemukan.