Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga Desa Batu Nampar Selatan Rusak

Pihak BPBD saat membersihkan puing-puing dan pohon tumbang di Desa Batu Nampar Selatan, Minggu (29/11/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Angin puting beliung kembali melanda Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB). Yaitu tepatnya di Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru. Akibat dari terjangan angin puting beliung tersebut, BPBD Lotim mencatat puluhan rumah rusak.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Iwan Setiawan mengatakan, bencana alam angin puting beliung dengan disertai hujan deras yang terjadi pada Minggu (29/11) sore kemarin. Itu mengakibatkan puluhan rumah rusak ringan serta sedang.

“Dari hasil assesment sementara, sebanyak 45 unit rumah rusak ringan, 6 unit rusak sedang, dan merusak satu unit rumah ibadah,” katanya kepada Inside Lombok melalui sambungan telepon, Senin (30/11).

Selain merusak puluhan rumah warga, akibat angin puting beliung tersebut menumbangkan puluhan pohon yang menimpa rumah warga, beruntungnya pada peristiwa yang menimpa wilayah Lotim untuk yang kedua kalinya tersebut tidak ada yang menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Saat ini, Tim TRC-PB BPBD Lotim bersama dengan TNI, Polri serta masyarakat, melakukan gotong royong membersihkan puing bangunan yang rusak serta memindahkan pohon yang tumbang yang diakibatkan oleh angin puting beliung tersebut.

“Dari kemarin lita sudah laksanakan gotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan membersihkan pohon tumbang bersama dengan TNI, Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam membantu masyarakat yang terdampak akibat puting beliung tersebut, pihak BPBD Lotim telah mendistribusikan bantuan berupa terpal, selimut, dan makanan siap saji. Langkah tersebut sebagai reaksi cepat pihak BPBD untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Iwan mengimbau kepada masyarakat untuk mengantisipasi cuaca ekstrim yg terjadi dua pekan terakhir di Lotim yang diakibatkan oleh badai La Nina, dengan hujan intensitas tinggi disertai angin kencang maupun puting beliung. Ia berharap kepada masyarakat untuk lebih waspada ketika ada hujan deras disertai angin kencang, dengan cara tidak beraktifitas di bawah pepohonan atau sekitar pepohonan yg rawan tumbang.

“Kami harapkan warga untuk memangkas pohon di depan rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah, dan bagi pengendara untuk tidak melanjutkan perjalanan ketika ada badai tersebut, agar beristirahat sambil menunggu cuaca lebih baik,” imbaunya.