Mayat Bayi Ditemukan Terapung Terseret 500 Meter di Sungai Desa Bujak Loteng

Hearing anggota DPRD dan pihak PDAM Lotim untuk membahasa persoalan air bersih, di Selong, Senin (21/09/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Warga digegerkan oleh penemuan mayat bayi baru lahir di saluran irigasi atau sungai Desa Bujak, Kacamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (19/9) pukul 21.00 WITA.

Kasus penemuan mayat bayi berjenis laki-laki yang diduga hasil hubungan gelap itu telah ditangani oleh pihak Polres Lombok Tengah.

“Mayat bayi yang ditemukan di sungai itu diperkirakan meninggal satu hari lebih, karena tumbuhnya lebam membiru dan telah berbau,” ujar Kapolsek Batukliang, Iptu Gede Gisiyasa di kantornya, Minggu (20/9).

Keronologis kejadian penemuan mayat bayi tak berdosa itu berawal saat saksi atas nama Supardi (50) yang merupakan pekasih hendak membagi air di saluran Dusun Batu Lumbung Desa Bujak. Saat menyalahkan senter miliknya tanpa sengaja melihat mayat bayi terapung tanpa busana. Selanjutnya saksi berteriak dan tiga orang saksi datang lainya.

“Saat akan mengangkat mayat tersebut terseret arus sekitar 500 Meter,” jelasnya.

Kemudian para saksi mengejar dan berhasil mengangkat mayat bayi tersebut me pinggir saluran. Atas kejadian itu masyarakat sekitar berdatangan setelah mendenga ada penemuan mayat bayi. Selanjutnya, anggota Polsek Kopang bersama Polsek Batukling turum melakukan evakusi terhadap maya bayi tersebut ke Puskesmas.

“Mayat bayi itu dititip di RSUD Praya,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada anak dan lahir normal, ukuran panjang 48 cm, berat sekitar tiga kg, umur sembilan bulan lahir secara normal jenis kelamin laki- laki.

“Diperkirakan lahir dibantu oleh dukun beranak dan tali pusar sudah terpotong. Pelaku masih lidik,” katanya. (Ant)