Sembilan Rumah Rusak Berat Diterjang Puting Beliung di Desa Badrain

213
Ilustrasi

Lombok Barat (Inside Lombok) – Bencana alam angin puting beliung yang menerjang Desa Badrain, Narmada Lobar. Tepatnya Dusun Medain Timur dan Medain Barat  pada Rabu siang (30/09/2020) sekitar pukul 15:00 Wita.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun setidaknya ada 41 kepala keluarga di Medain Barat dan 6 Kepala keluarga di Medain Timur terdampak.

Dengan rincian, terdapat 9 rumah rusak berat, 9 rumah rusak sedang, serta 31 rumah rusak ringan.

“Ada 9 rumah warga yang rusak berat, tapi Alhamdulillah warga yang rumahnya rusak berat ini semua selamat” kata Kades Badrain, Romi Purwandi, saat dimintai keterangan melalui sambungan telefon, Kamis (30/09/2020).

Siang hari tadi saat hujan deras turun,  wilayah Desa Badrain tiba-tiba juga diterjang angin kencang yang menyebabkan atap rumah warga rusak dan terombang-ambing ditiup angin.

“Warga begitu panik, apalagi mereka yang rumahnya rusak karena atapnya ditiup angin tadi” sebutnya.

Untuk data sementara terkait rumah yang rusak akibat angin puting beliung tersebut, diakui Romy bahwa dirinya saat ini baru menerima laporan atas kerusakan 9 rumah di dusun Medain yang masuk kategori rusak berat. Dan saat ini dirinya masih terus berkoordinasi dengan Kepala Dusun (Kadus) yang ada di wilayahnya untuk segera melapor apabila di dusunnya terdapat rumah yang rusak.

“Untuk warga yang rumahnya rusak ini sudah kami minta untuk mengungsi dulu ke rumah tetangga atau kerabatnya” sebutnya Kades Badrain ini.

Karena bila melihat kondisi kerusakan rumah warga tersebut, Romy memperkirakan bahwa perbaikannya akan memakan waktu yang cukup lama. Sehingga warga diminta untuk mengungsi sementara.

“Untuk saat ini warga membutuhkan terpal, tikar, dan makanan cepat saji. Karena rencananya tenda akan langsung dipasang sekarang. Sebagai tempat tinggal sementara warga yang rumahnya rusak” jelas Romy.

Untuk saat ini Pemerintah Desa (Pemdes) sudah berkomunikasi dengan BPBD Lombok Barat untuk berkoordinasi terkait bagaimana tindak lanjut dalam penanggulangan pascabencana angin puting beliung tersebut.