Legislator Minta Masyarakat Awasi Sasaran PKH

Mataram (Inside Lombok) – Anggota DPRD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, meminta peran aktif masyarakat untuk mengawasi sasaran penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang terindikasi tidak tepat sasaran.

“Apabila masyarakat menemukan ada penerimaan manfaat PKH yang tidak tepat sasaran atau sudah mampu, segera laporkan agar aparat setempat bisa mengusulkan untuk verifikasi dan penggantian,” kata Ketua Komisi II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Mataram HM Zaini di Mataram, Sabtu (27/7).

Pernyataan itu disampaikan menanggapi adanya indikasi penerima manfaat PKH tidak tepat sasaran di sejumlah kelurahan, namun tidak dilakukan verifikasi data dan usulan penggantian terhadap keluarga yang lebih layak.

Politisi dari Partai Demokrat ini mengatakan, PKH merupakan salah satu program pemerintah yang dihajatkan untuk mengurangi angka kemiskinan, karenanya apabila data sasaran tidak akurat maka program tersebut tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.

Oleh karena itu, tambahnya, dalam hal ini perlu dilakukan pendataan ulang dan verifikasi terhadap penerima dan calon penerima PKH, agar program bisa dilaksanakan sesuai target yang ditetapkan.

“Pendataan harus dilakukan secara objektif. Jangan sampai karena ada hubungan keluarga menjadi alasan dan memasukkan sasaran yang tidak semestinya,” ujarnya.

Di sisi lain, kata Zaini, para pendamping PKH juga harus selektif dan aktif melakukan verifikasi terhadap sasaran penerima PKH. Artinya, apabila sasaran sudah tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan segera diusulkan untuk penggantian.

“Kalau ada indikator tidak sesuai dengan data penerima, pendamping PKH segera lapor ke aparat kelurahan untuk ditindaklanjuti,” katanya menambahkan.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kota Mataram, jumlah penerima PKH Kota Mataram tahun 2019 sebanyak 17.520 kepala keluarga (KK). Program tersebut terdiri atas beberapa item yakni, ibu reguler, ibu hamil, anak usia dini, SD, SMP, SMA, lanjut usia, disabilitas, dan PKH akses.

Dari jumlah sasaran 17.520 KK tersebut, kecamatan yang paling banyak mendapat PKH adalah Kecamatan Sandubaya 3.602 keluarga penerima manfaat (KPM), kemudian Ampenan sebanyak 3.481 KPM, Cakranegara 2.791 KPM, Kecamatan Mataram 2.818 KPM, Sekarbela 2.369 KPM dan Selaparang 2.259 KPM. (Ant)