Lima Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Pilkada Loteng

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebanyak lima ribuan personel gabungan Polri, TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dikerahkan untuk mengamankan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng) pada tanggal 9 Desember ini.

Hal itu dikatakan Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho usai gelar apel pelepasan personel untuk pengamanan Pilkada, Senin (7/12). Lima ribuan personel tersebut di antaranya terdiri dari personel TNI sebanyak 115 orang.

Kemudian personel Polres Loteng sebanyak
581 orang dan 330 personel Polda NTB yang menjalankan tugas di bawah kendali operasi.

Selain itu ada sebanyak 4.364 personel Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Linmas.

“Ini untuk pengamanan pungut suara baik pengamanan TPS maupun personel cadangan di masing-masing desa dan kecamatan”,katanya.

Dia menerangkan, jumlah personel yang mengamankan Pilkada Loteng memang lebih besar dibandingkan dengan pengamanan di Pilkada lain di Lombok. Karena jumlah penduduk dan TPS Loteng lebih banyak.

Pihaknya mengantisipasi kerawanan Pilkada di tempat-tempat yang TPS nya jauh seperti di wilayah Batukliang Utara dan juga di Torok Aik Belek Desa Selong Belanak.

“Kerawanan itu karena jaraknya jauh. Bukan karena apa”,katanya.

Adapun untuk sementara ini, kondisi Kamtibmas di Loteng dinilai masih aman. Ancaman yang dihadapi saat ini adalah golput. Karena Pilkada tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 dan masa tanam.

Sehingga dikhawatirkan itu akan membuat masyarakat enggan pergi ke TPS. Padahal, target partisipasi pemilih tahun ini 70 persen.

“Sehingga Paslon didorong mobilisasi pendukungnya di TPS. Selain untuk tingkatkan partisipasi pemilih juga dukungan masyarakat kepada Paslon.