PDIP-PKS Berkoalisi Dorong Selly-Manan di Pilkada Mataram

Ketua Tim Pemenangan PKS untuk Pilkada Serentak di NTB 2020 yang juga Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (kiri) bersilaturahim di kediaman Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat (kanan) didampingi istri yang juga Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani (kedua kanan), dan Sekretaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata (kedua kiri), Minggu malam (24/11). (Inside Lombok/ANTARA/Nur Imansyah). 

Mataram (Inside Lombok) – PDI Perjuangan dan PKS akan berkoalisi untuk mendorong Kepala Dinas Perdagangan Nusa Tenggara Barat Hj Putu Selly Andayani dan Ketua MUI Kota Mataram TGH Abdul Manan untuk maju di Pilkada Kota Mataram 2020.

Rencana koalisi PDI Perjuangan dan PKS ini terungkap setelah Ketua Tim Pemenangan PKS untuk Pilkada Serentak di NTB 2020 yang juga menjabat Gubernur NTB H Zulkieflimansyah bersilaturahim di kediaman Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat, Minggu malam (24/11).

Dalam pertemuan tersebut hadir Hj  Putu Selly Andayani yang juga merupakan istri Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat. Tampak hadir Sekretaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata, dan Direktur M16 sebuah Lembaga Kajian Politik dan Sosial NTB Bambang Mei Finarwanto.

Ketua Tim Pemenangan PKS untuk Pilkada Serentak di NTB 2020 yang juga menjabat Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengaku setuju jika Hj Putu Selly Andayani dan H Abdul Manan dipasangkan di Pilkada Kota Mataram 2020.

“Saya setuju kalau Bu Selly berpasangan dengan Ketua MUI Mataram (H Abdul Hanan), tinggal kapan kita sepakati, dan deklarasikan. Semakin cepat lebih baik,” ujar Bang Zul sapaan akrab Gubernur Zulkieflimansyah.

Meskipun dari NU, Bang Zul menilai H Abdul Manan memiliki kapasitas dan kriteria yang diinginkan PKS.

“Rekam jejaknya bagus dan kinerjanya baik,” tegas Zulkieflimansyah.

Pasangan Selly-Manan nampaknya pasangan fix yang akan diusung koalisi PDIP dan PKS untuk Pilkada Kota Mataram.

Namun untuk deklarasi, Ketua DPD PDIP NTB H Racmat Hidayat meminta waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kita akan deklarasi Insya Allah tanggal 1 Januari 2020,” katanya.

Sementara itu, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto membenarkan pertemuan Rachmat Hidayat dan doktor Zul membahas paket Selly-Hanan.

“Nampaknya memang paket Selly-Hanan ini akan diusung PDIP dan PKS. Kita lihat saja beberapa waktu ke depan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Didu ini menceritakan ihwal santap malam masakan khas Lombok, Bebalung yang berbuah deal politik itu.

Menurutnya, M16 diundang khusus oleh Rachmat Hidayat dalam silaturahmi dengan Gubernur Zulkieflimansyah.

Didu menilai pembicaraan dalam santap malam itu sangat cair dan santai, namun menghasilkan keputusan-keputusan yang strategis.

“Kami sangat mengapresiasi ini karena pembicaraan terbuka dan tidak ada ditutupi, publik juga boleh tahu,” katanya.

Ia memaparkan, dengan keterbukaan seperti ini akan muncul pola pilkada yang “fair play” sejak awal sehingga bakal calon lainnya yang mendaftar dan berharap mendapat dukungan dari PDIP dan PKS bisa memahami bahwa peluang mereka kecil.

Hal ini juga akan meminimalkan praktik mahar politik yang kerap disoroti publik terkait partai politik tertentu.

“Jadi, tidak ada bakal calon yang hanya diberi angin segar, tidak ada yang merasa digantung dan dipermainkan mahar politik,” tegasnya.

Figur Selly merupakan salah satu Srikandi NTB. Istri Ketua DPD PDIP NTB ini merupakan sosok birokrat yang andal dengan segudang prestasi.

Selly yang kini menjabat Kepala Dinas Perdagangan NTB, juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wali Kota Mataram yang debutnya saat itu sangat diapresiasi masyarakat. (Ant)