Potensi Golput di Pilkada Loteng Diprediksi Meningkat

164
Seorang warga sedang mencoblos saat simulasi pemungutan suara beberapa waktu lalu. (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Ancaman golput diprediksi meningkat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah (Loteng) 2020. Pandemi Covid-19 dinilai menjadi alasan utama masyarakat lebih memilih untuk tidak menyalurkan hak pilihnya.

“Pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Pilkada saat ini, tak sedikit masyarakat menyatakan tidak akan memilih atau golput karena tidak ingin tertular virus”,kata Dosen Fakultas Hukum UNIZAR, Ary Wahyudi, Kamis (26/11/2020) di Praya.

Dia menilai bahwa golput merupakan hak dari pemilih. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu menggencarkan sosialisasi dan edukasi pelaksanaan Pilkada yang aman kepada masyarakat.

“Golput memang tidak melanggar aturan. Tapi esensi demokrasi menghendaki partisipasi masyarakat”,ujarnya.

Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Loteng, Ahmad Fuad Fahrudin dalam kesempatan yang berbeda mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi Pilkada 2020 kepada masyarakat sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.

“Itu menyasar semua segmen. Segmen perempuan, pemilih pemula, tokoh agama dan masyarakat”,ujarnya.

Sosialisasi di media massa cetak dan elektronik juga sudah dilakukan pihaknya. Sehingga besar harapan masyarakat akan menyalurkan hak pilihnya pada tanggal 9 Desember mendatang.

“Di samping itu sosialisasi melalui FB Humas KPU. Dan pribadi masing-masing sekretariat sudah”,kata Fuad.

Dalam Pilkada 2020 ini, target partisipasi pemilih di Loteng mencapai 77,5 persen. Meningkat 15 persen dari target partisipasi pemilih pada Pilkada sebelumnya yakni 61,8 persen.

“Itu target secara nasional. Dengan pandemi harus naik 15 persen. Tapi terlepas dari itu sudah lakukan beberapa upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih”,tandasnya.

“Makanya kita harapkan peserta yang mengikuti sosialisasi agar mensosialisasikan lagi ke warga yang lain”,katanya lagi.