Selly-Manan Maju karena Ibadah, Ingin Percantik Wajah Ibu Kota

Hj Putu Selly Andayani. (Inside Lombok/Linggauni)

Mataram (Inside Lombok) – Hj Putu Selly Andayani ingin menciptakan sejarah. Menjadi wali kota perempuan pertama di Kota Mataram.

”Kita punya peran yang sama. Kalau laki-laki bisa baik, (pemimpin) perempuan pasti bisa lebih baik,” kata Selly.

Di Pilwali 2020 nanti, Selly berpasangan dengan TGH Abdul Manan yang sekarang ini menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mataram. Keduanya diusung PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Bakal pasangan calon (bapaslon) ini disebut Selly, mencontoh apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo saat Pilpres 2019 lalu. Yakni, memiliih KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presidennya. Ma’ruf merupakan tokoh NU sekaligus Ketua MUI.

”Jadi masuk nasionalis religius. Koalisinya merah putih,” kata Selly.

Soal Pilwali 2020, Selly tidak mau berjuang setengah hati. Ia pun sudah memutuskan mundur sebagai ASN Pemprov NTB. Saat posisinya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Surat pengunduran diri sudah diberikan Selly kepada Gubernur NTB. Bertepatan dengan keluarnya SK rekomendasi dari PKS terhadap bapaslon Selly-Manan. ”Tahun depan kan sudah akan pensiun,” ujarnya.

”Biar tidak dibilang memanfaatkan jabatan. Nanti timbul fitnah sana-sini. Padahal saya majunya untuk ibadah,” tutur Selly.

Selly maju sebagai Wali Kota Mataram bukan tanpa modal. Dukungan PDIP dan PKS tentu jadi bekal yang lebih dari cukup. Keduanya merupakan partai-partai besar. Militansi setiap kadernya tak diragukan lagi.

Modal lainnya, ketika Selly menjadi penjabat (Pj) Wali Kota Mataram. Jabatannya cukup singkat, tak lebih dari enam bulan. Tapi, selama rentang waktu itu, Selly fokus terhadap persoalan sampah. Ini menurutnya menjadi poin krusial untuk perubahan Kota Mataram.

Sebagaimana jargon yang diusungnya “Cemerlang”, seperti itu pula Selly ingin mengubah wajah Kota Mataram. Terang benderang sampai pinggiran kota. Cemerlang fisik kota dan mental masyarakatnya.

”Bersih itu modal utama. Kalau sudah bersih, semua program enteng jalannya,” tutur Selly.

Selain mengurus sampah ketika menjadi Pj Wali Kota Mataram, Selly sepenuhnya memerhatikan kesejahteraan ASN dan pasukan kuning. Menaikkan TKD dan honor mereka.

Kata Selly, banyak yang tidak percaya hal tersebut bisa dilakukan. Tapi, dia membuktikannya ketika menjadi Pj Wali Kota Mataram. ”Ternyata memang bisa. Selama ada political will dari kepala daerah,” katanya.

Majunya Selly-Manan di Pilwali disebut-sebut mampu mematahkan dinasti kepemimpinan di Kota Mataram. Tapi, Selly enggan disebut sebagai kuda hitam. Atau sebaliknya, sebagai kandidat yang memiliki kans untuk menang Pilwali.

Kata Selly, semua bapaslon punya potensi. Masing-masing juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang tujuannya satu. Sama-sama ingin memajukan Kota Mataram dan meningkatkan kesejahteraan warganya.

Karena itu, Selly mengajak setiap bapaslon untuk bertarung sehat. Tidak perlu memakai cara-cara intimidasi dan kekerasan. Apalagi sampai membuat kampanye negatif dan berita hoaks.

”Mataram ini kan kecil. Jangan ada keributan. Namanya juga pesta demokrasi, harus happy,” pungkas Selly.