26.5 C
Mataram
Senin, 15 Juli 2024
BerandaRagamLombok Ethno Fusion, Grup Musik Asal Mataram Tampil di Event Jazz Dunia...

Lombok Ethno Fusion, Grup Musik Asal Mataram Tampil di Event Jazz Dunia di Rusia

Mataram (Inside Lombok) – Lombok Ethno Fusion (LEF), band yang berbasis di Kota Mataram dengan mengusung musik dua warna atau world music ikut memeriahkan event Moscow Jazz Festival yang digelar Juni ini di Rusia. Event itu pung menghadirkan sekitar seribu musisi dari seluruh penjuru dunia.

“Kami tampil dua kali di Moskow, tanggal 14 Juni di Moscow Jazz Festivval, dan tanggal 16 Juni di Igor Butman Moscow Jazz Club,” ujar gitaris LEF, Chandra Irawan saat dihubungi Inside Lombok. Ia pun mengaku cukup bangga bisa tampil di panggung jazz berskala internasional itu.

Terbentuk di 2022, LEF sendiri menggabungkan musik tradisional Lombok dengan musik modern seperti jazz, fusion, dan rock. Selain Chandra, kelompok ini beranggotakan Adi Cheer sebagai pemain gamelan saron dan kendang, Syahrul Barak memainkan seruling, Agustian Putra memainkan drum, Yadi Masran memainkan bass, dan Ferdianto memainkan gamelan klentang serta rincik.

LEF pun sudah beberapa kali tampil di event-event nasional luar Pulau Lombok. “Setelah pulang dari Moskow kami juga akan prepare (bersiap) untuk tur di beberapa negara di Eropa barat tahun 2025,” lanjut Chandra.

- Advertisement -

Sebelum mengikuti Moscow Jazz Festival, LEF telah melakukan submisi karya. Di mana LEF sebelumnya sudah memproduksi dua singgle yang dirilis di semua platform digital. Antara lain singgle berjudul “Sesenggak Sasak” dan “Timur Nusa”. Video untuk kedua singgle ini pun bisa disaksikan di kanal YouTube @lombokethnofusion.

Diakui Chandra, tampil di panggung bersama musisi-musisi dunia lainnya membuat dirinya dan personel LEF lainnya merasa bangga. “Kami juga sepanggung dengan musisi kelas dunia, yaitu Richard Bona,” ungkapnya.

Ia pun berharap ke depan ada semakin banyak event-event bertaraf internasional yang digelar di Lombok, yang menyajikan konsep jazz dan tradisi. “Agar pariwisata semakin maju, karena selera tamu mancanegara ya seperti itu. Karena pasar eropa itu jazz,” ungkapnya.

Keunikan LEF sendiri diambil dari konsep tersebut, yaitu menggabungkan musik jazz dan unsur musik tradisional di Pulau Lombok, sehingga terciptalah nuansa jazz dan world music. “World music sendiri adalah sebutan untuk musik yang menggabung musik barat dan musik timur,” ujar Chandra. (r)

- Advertisement -

Berita Populer