BPBD NTB Distribusikan Bantuan APD ke Pemkot Mataram

Mataram (Inside Lombok) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat mendistribusikan bantuan alat pelindung diri (APD) dan peralatan lainnya kepada Pemerintah Kota Mataram untuk mendukung petugas yang menangani pasien positif virus corona jenis baru (COVID-19).

Bantuan 800 APD, cairan disinfektan 35 liter, cairan pembersih tangan 40 botol dengan masing-masing isi satu liter, dan 35 botol masing-masing 5 liter serta 20 kotak sarung tangan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB Ahsanul Khalik kepada Wali Kota Mataram Ahyar Abduh di Mataram, Kamis.

Khalik mengatakan bantuan APD tersebut diberikan lebih kepada Kota Mataram karena dari sejumlah video yang beredar para petugas dari TNI/Polri, BPBD, dan Satpol PP yang turun ke lapangan menjemput pasien positif COVID-19 hanya menggunakan sarung tangan dan masker.

“Jadi sekarang kita minta petugas dari TNI/Polri, BPBD, dan Satpol PP memakai APD agar terjamin keselamatannya dan tidak menimbulkan masalah baru bagi petugas,” katanya.

Petugas yang menggunakan APD lengkap hanya petugas dari Dinas Kesehatan, sedangkan dalam melaksanakan tugas penelurusan kontak dan penjemputan pasien positif COVID-19, petugas juga penting untuk dibekali APD standar.

Ia mengatakan bantuan APD yang didistribusikan ke Kota Mataram itu merupakan tahap keempat, di mana pada tahap pertama didistribusikan  200 APD, kedua 500, ketiga 1.200, dan keempat 800, di luar bantuan masker yang sudah tidak terhitung.

“Bantuan APD hari ini bukan yang terakhir, karena akan ada tambahan lagi setelah kami menerima bantuan APD dari pemerintah pusat. Informasinya hari ini akan tiba sekitar 7.500 APD, dan Mataram pastinya akan kita berikan lagi,” katanya.

Pemberian APD di Kota Mataram diprioritaskan karena sesuai dengan prosedur tetap penanganan COVID-19, di mana ada kasus tinggi maka harus diprioritaskan mendapatkan bantuan untuk mendukung kerja petugas.

“Namun demikian, untuk kabupaten/kota lainnya, seperti di Lombok Timur, Lombok Tengah dan Bima juga tetap kita kirimkan. Kecuali Kabupaten Sumbawa Barat, untuk kali ini tidak kita berikan sebab APD sebelumnya masih ada, dan kasus di sana relatif kecil,” ujarnya.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Nusa Ternggara Barat, tertanggal 29 April 2020, pukul 17.00 Wita, secara kumulataf tercatat 230 kasus positif COVID-19, 195 di antaranya masih dalam perawatan dan 31 orang dinyatakan sembuh.

Khusus untuk Kota Mataram, kasusnya tertinggi di NTB dengan jumlah 63 positif, 12 sembuh, 134 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 101 orang dalam pemantauan (ODP). (Ant)