Derita Tumor Mandibula, Alifa Bocah asal Loteng ini Butuh Bantuan

Kondisi Alifa saat dikunjungi oleh Komunitas Seni NTB di rumahnya Perapen, Limbok Tengah, Jumat (07/06/2019). (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Alifa Cahya Ramadhani (3), bocah perempuan asal Kampung Kulakagik, Kecamatan Perapen, Kabupaten Lombok Tengah harus menahan rasa sakit akibat penyakit Tumor Mandibula Kiri yang ia derita.

Deny Wahyudi Saputra, Ketua Komunitas Seni NTB, bersama dengan anggota lainnya yang telah menjenguk Alifa dan keluarga di kediamannya, mengatakan bahwa saat ini ia masih menjalani perawatan di rumahnya sekaligus menunggu hasil laboratorium untuk bisa proses operasi.

Sebelumnya ia pernah dirawat satu bulan yang lalu di Rumah Sakit Kota Mataram dan Rumah Sakit Harapan Keluarga. Penyakit tumor yang diidap Alifa mulai muncul sejak empat bulan yang lalu.

“Dia merasakan sakit semenjak empat bulan yang lalu. Cuma itu (dulu) benjolan kecil makanya tidak terlalu dihiraukan samanpihak keluarga. Pertumbuhan tumor ini sangat cepat,” ujar Deny kepada Inside Lombok, Jumat (07/06/2019).

Menurut Deny, penyakit tumor yang diderita Alifa ini harus segera ditangani secepatnya karena khawatir apabila dampak benjolan tersebut akan berpengaruh pada sistem saraf penderita. Sehingga alasan tersebutlah yang mendorong pihak Komunitas Seni NTB untuk membawa Alifa ke Rumah Sakit Sanglah, Denpasar untuk bisa segera menjalani operasi.

“Melihat kondisi adik kita sekarang ini, yang kami takutkan sarafnya ikut terkena kalau tidak cepat dilakukan operasi. Makanya kita dari Komunitas Seni NTB berinisiatif untuk langsung bawa adik ke Sanglah. Karena kalau tunggu proses dinas untuk rujukan terlalu lama,” kata Deny.

Namun sebelum pihaknya memutuskan untuk langsung berangkatkan Alifa ke Bali, Deny menjelaskan bahwa pihak Komunitas Seni NTB akan tetap mencoba untuk bicarakan terlebih dahulu mengenai penyakit Alifa ini dengan Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, agar bisa bersama-sama menemukan solusi terbaik.

“Rencana hari ini saya akan langsung menghadap ke Wabup Loteng dulu. Nanti kita tunggu arahan dari beliau,” lanjut Deny.

Meskipun begitu, jika sampai besok masih belum ada respon dari pihak pemerintah, maka Alifa akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Sanglah. Akan tetapi untuk saat ini, pihaknya bersama dengan keluarga Alifa tetap menunggu jawaban dari pemerintah demi jalan terbaik.

“Kalau memang sampai besok belum ada tanggapan dari pemerintah, kami yang akan langsung bawa adik ini ke Bali tanpa menunggu surat rujukan dari RSUD Provinsi NTB. Kita tunggu saja respon dari pemerintah dulu,” terangnya.

Berdasarkan penuturan langsung ibu dari Alifa, sejauh ini Lombok Charity juga turut membantu berikan donasi sebagai bentuk dukungan pihaknya untuk kesembuhan Alifa agar bisa pulih.