Dinsos Distribusikan Bantuan Sembako Bagi Keluarga PDP Dan ODP

Tim dari Dinas Sosial Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyerahkan paket bantuan sembako secara simbolis bagi keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 dienam kecamatan. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala.ist)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Sosial Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyerahkan paket bantuan sembako secara simbolis bagi keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) Coronavirus Disease (COVID-19) di enam kecamatan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati di Mataram, Kamis mengatakan total paket bantuan yang didistribusikan kepada keluarga dengan status PDP dan ODP yang tidak mampu, sebanyak 125 paket.

“Kecamatam Ampenan 13 paket, Sekarbela 20 paket, Mataram 33 paket, Selaparang 21 paket, Cakranegara 16 paket dan di Kecamatan Sandubaya 22 paket,” katanya, merinci.

Menurutnya, paket sembako yang berisi air mineral, beras, mi instan, biskuit dan kornet itu untuk memenuhi kebutuhan PDP dan ODP selama diisolasi dan isolasi mandiri.

“Bantuan itu diberikan sekaligus untuk jatah 14 hari, yang bersumber dari APBD Kota Mataram,” katanya.

Sementara menyinggung tentang pemberian bantuan selama enam bulan, Asnayati mengatakan informasinya itu juga belum didapatkan secara resmi, sebab informasi pemberian bantuan selama enam bulan mencuat dari Dinas Sosial Provinsi NTB.

“Jadi kita tunggu saja seperti apa petunjuk teknis pelaksanaanya. Kalau bantuan yang kami berikan saat ini murni dari pemerintah kota,” katanya.

Ia mengatakan, pemberian bantuan paket sembako bagi keluarga PDP dan ODP COVID-19, dikhususkan bagi keluarga kurang mampu.

“Kami khawatir jika paket tersebut diberikan kepada keluarga PDP atau ODP yang mampu, mereka akan tersinggung,” katanya.

Berdasarkan data terakhir kasus PDP dan ODP COVID-19 di Kota Mataram per tanggal 1 April 2020, pukul 12.00 Wita tercatat kasus PDP sebanyak 22 orang, 10 selesai pengawasan, 12 masih pengawasan, sedangkan ODP 182 orang, 72 selesai pemantauan dan 110 masih dalam pemantauan. (Ant)