Dinsos Serahkan Bantuan Kepada Korban Angin Puting Beliung

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Sosial Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyerahkan bantuan kepada 12 kepala keluarga (KK) korban angin puting beliung pada tiga kecamatan di kota itu.

“Sebanyak 12 KK itu meliputi, enam KK di Kelurahan Jempong Kecamatan Sekarbela, satu KK di Kelurahan Banjar Kecamatan Ampenan dan lima KK di Kelurahan Selagalas Kecamatan Sandubaya,” kata Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan Perlindungan dan Jaminan Sosial, Leni Oktavia  di Mataram, Jumat.

Menurut dia bantuan yang diberikan kepada KK yang rumahnya terdampak angin puting beliung pada Kamis (12/12), berupa kebutuhan sandang dan pangan. Diantaranya, velbed, selimut, mi instan, air mineral, rantang tiga susun, matras dan terpal.

“Terpal diberikan juga dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebagai pengganti sementara atap rumah warga, karena rata-rata atap rumah warga dibawa terbang angin puting beliung,” katanya.

Sementara, untuk perbaikan rumah warga yang terdampak itu akan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).

Pasalnya, Dinas Sosial hanya membantu sesuai kebutuhan untuk korbannya atau non-fisik. Sedangkan, perbaikan fisik rumah warga yang terdampak langsung ke OPD teknis.

“Nanti kami akan bersurat juga kepada OPD tersebut, agar 12 KK yang terdampak bisa diprioritaskan untuk dibantu. Apalagi musim hujan masih sampai tahun depan,” ujarnya.

Lebih jauh Leni mengatakan, selain memberikan bantuan kepada korban angin puting beliung, Dinsos Kota Mataram juga telah memberikan bantuan kepada keluarga korban nelayan yang hilang atas nama Ahmad Yani.

Bantuan yang diberikan, katanya menambahkan, sama dengan bantuan yang diberikan kepada KK yang menjadi korban angin puting beliung, dengan tambahan, kain sarung food ware dan kaos kerah dewasa.

“Bantuan yang kita berikan kepada para korban menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kota terhadap para korban bencana,” kata Leni. (Ant)