Mataram Bersiap Salurkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial Tahap Tiga

Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat saat mengunjungi salah satu titik pengisian paket bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kota Mataram pada Kamis (16-7-2020). (Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram di Provinsi Nusa Tenggara Barat bersiap menyalurkan bantuan dalam program jaring pengaman sosial (JPS) tahap ketiga untuk 32.548 keluarga yang perekonomiannya terdampak pandemi COVID-19.

“Kami targetkan sebelum tanggal 17 Agustus 2020 masyarakat sudah menerima paket bantuan JPS tahap tiga,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Mataram Mahmuddin Tura di Mataram, Kamis.

Sama dengan paket bantuan yang diberikan pada bulan sebelumnya, paket bantuan program JPS tahap ketiga untuk bulan Juni 2020 nilainya Rp250 ribu dan terdiri atas beras 10 kilogram, satu liter minyak goreng, sarden, makanan olahan UMKM seperti abon ikan dan kue kering, satu kilogram gula, sabun cair, dan sabun batangan.

“Ahamdulillah untuk pendistribusian tahap kedua dan ketiga bisa lebih cepat karena data sudah final, dan isi paket telah disetujui tim asistensi,” kata Mahmuddin.

Ia mengatakan bahwa menurut hasil evaluasi masih ada keluhan dari penerima bantuan mengenai beras dan gula yang timbangannya kurang tepat dan kalau ada kejadian demikian biasanya penyedia paket bantuan menyiapkan pengganti.

“Yang diganti hanya isi paket yang dinilai volumenya kurang. Alhamdulillah semua bisa teratasi dan warga bisa menerima penggantinya sesuai yang diinginkan,” katanya.

Ia menambahkan, penyedia paket bantuan biasanya menghadapi keterbatasan waktu dalam menyiapkan paket bantuan bagi 32.548 keluarga sehingga kurang cermat.

“Sepuluh hari itu batas paket JPS harus terkirim ke 50 kelurahan. Jadi efektifnya pengemasan paket JPS sekitar lima sampai tujuh hari, belum lagi dilakukan pemeriksaan kualitas dan volume terhadap isi paket oleh tim asistensi,” katanya, menambahkan bahwa ada empat rekanan pemerintah yang menyiapkan paket bantuan tersebut. (Ant)