Mengenal Penyebab dan Cara Menghadapi Quarter Life Crisis

Ilustrasi (unsplash.com/@paolitta)

Mataram (Inside Lombok) – Quarter life Crisis yang diartikan dari bahasa Inggris sebagai krisis seperempat abad merupakan fase saat seseorang mulai bimbang, cemas, dan bingung dengan tujuan hidupnya. Fase ini biasanya dialami oleh kelompok umur 18-30 tahun.

Seseorang yang mengalami fase quarter life crisis akan merasa kehilangan arah dan tidak tahu pasti kemana jalan hidup yang akan ditempuh. Hal ini membuat seseorang memiliki kekhawatiran tertentu mengenai sesuatu yang belum tentu terjadi di masa depan.

Beberapa pertanyaan yang mungkin sering muncul di benak seseorang yang mengalami quarter life crisis seperti “Kok hidupku gini gini aja ya?”, “Temen-temen udah sukses, aku kapan?” atau “jodohku dateng kapan ya?”

Lantas, apa penyebab seseorang mengalami quarter life crisis?

  1. Adanya masalah secara finansial atau pekerjaan
  2. Menjalani hidup mandiri tanpa bantuan orang tua untuk pertama kalinya
  3. Sedang merencanakan karier dan masa depan
  4. Untuk pertama kalinya menjalankan hubungan romantis yang serius
  5. Merasakan putus cinta setelah menjalani hubungan yang serius cukup lama
  6. Melihat teman seangkatan yang sukses duluan
  7. Membuat keputusan yang akan berdampak jangka panjang

Quarter life crisis ini tidak bisa sekadar dipandang remeh karena untuk kasus yang parah bisa sampai menyebabkan depresi. Sebaiknya ketahui bagaimana cara menghadapi quarter life crisis:

  1. Mulai kenali diri sendiri. Kenali apa bakat, potensi, dan hal-hal yang diri sendiri sukai. Menemukan tujuan hidup bisa dimulai dari menghargai dan mencintai diri sendiri.
  2. JIka ada masalah coba lah untuk terbuka kepada orang sekitar. Dianjurkan untuk meminta pendapat sahabat terdekat atau keluarga yang dipercaya. Memendam masalah sendiri hanya akan memberatkan diri sendiri.
  3. Berhenti membandingkan hidup dengan orang lain apalagi yang hanya dilihat melalui media sosial. Perlu diingat bahwa kehidupan seseorang di media sosial bisa sangat berbeda dengan kehidupan aslinya. Setiap individu punya jalan dan timeline hidup masing-masing.
  4. Cobalah mencari hobi baru atau kesibukan baru agar tidak berlarut-larut tenggelam dalam pikiran yang memusingkan.