Musim Hujan Telah Tiba, Begini Nasib Pengungsi Korban Gempa di Gunung Sari

Pengungsi yang merupakan korban gempa di Kecamatan Gunung Sari. (Inside Lombok/IL3)

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pengungsi yang merupakan korban gempa di Lombok dan Sumbawa tengah kebingungan, karena saat ini sudah memasuki musim hujan. Tidak terkecuali pengungsi di Dusun Ranjok Utara Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari. Sudah hampir empat bulan mereka tinggal di hunian sementara (Huntara) yang dibangun swadaya sendiri.

Apalagi huntara yang dibuat itu hanya terbuat dari puing-puing bangunan rumah mereka yang sudah roboh. Mereka sudah mulai gelisah, sebab musim hujan ini membuat mereka tidak bisa tidur nyenyak di hunian sementara itu.

“Harapannya secepatnya direalisasikan, kasihan sama warga apalagi musim hujan,” kata Kepala Dusun Ranjok Utara, Jamaludin, Rabu (22/11/2018).

Meski diakuinya sudah ada bantuan Huntara yang diperoleh untuk Desa Dopang. Hanya saja dirasanya tidak terlalu efektif. Lantaran lokasi Huntara yang harus memusat di satu tempat dan jauh dari rumah warga.

“Itu untuk 50 kepala keluarga dan lokasinya itu kalau hujan tergenang dan becek,” ujarnya.

Terdapat 350 rumah yang mengalami kerusakan di Dusun Ranjok ini. Dimana sekitar 300 lebih mengalami rusak berat. Warga sangat berharap rumah mereka dapat segera dibangun.

Sejauh ini belum ada rekening yang diterima oleh para korban gempa di dusun itu. Pihaknya hanya bisa berharap kepada pemerintah agar cepat merealisasikan bantuan itu. Melihat musim penghujan yang sudah tiba. Membuat terpal akan rusak setiap saat.

Kondisi, itu hampir sama dialami oleh warga Dusun Sangyang Desa Langko Kecamatan Lingsar. Menurut penuturan Kadus Setempat, Safwan Hadi masih ada sejumlah warganya yang bertahan ditenda pengungsian.

Ia mengatakan didusun itu terdapat sekitar 258 kepala keluarga (KK) yang terdampak gempa. Sebanyak 77 KK diantaranya kondisi rumahnya rusak berat. Sedangkan sisanya rusak sedang dan ringan.

“Iya 77 itu masih mengungsi ditenda pengungsian,” ujarnya.

Musim penghujan membuat kondisi warganya dipengungsian mengkhawatirkan. Terlebih lagi hujan yang turun tidak menentu waktunya. Warga pun sebagian ada yang terserang penyakit.

Sejauh ini diakuinya bantuan perbaikan rumah untuk warga dusunya masih berproses. Dari 77 KK itu, sebanyak 41 KK sudah memiliki SK Bupati Lombok Barat dan baru menerima rekening tabungan. Dimana dari jumlah itu terbentuk sebanyak tiga kelompok masyarakat (Pokmas) untuk membangun rumah tahan gempa. (IL3)