Pemkot Mataram Distribusi Paket JPS Tahap Empat

Kegiatan pemantauan pengemasan paket jaring pengaman Sosial (JPS) tahap empat oleh tim asistensi Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sabtu (5/9/2020). (Inside Lombok/ANTARA/HO.Satpol PP)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin ini mulai mendistribusikan paket jaring pengaman sosial (JPS) tahap empat kepada 32.548 kepala keluarga yang terdampak COVID-19 di kota itu.

“JPS tahap empat ini menjadi JPS terakhir yang dibagikan Pemerintah Kota Mataram dengan sumber anggaran APBD Kota Mataram, kepada warga Mataram yang terdampak secara ekonomi pandemi COVID-19,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, proses pendistribusian JPS tahap empat ini sama persis dengan tahap-tahap sebelumnya. Pihak ketiga, mendistribusikan sampai ke 50 kantor lurah selanjutnya pihak kelurahan mengantar ke rumah warga.

Hal itu dimaksudkan, agar warga penerima JPS tidak berkerumun di kantor lurah saat pengambilan paket JPS yang dikhawatirkan menjadi wadah penyebaran COVID-19.

“Tapi jika ada warga yang datang langsung, maka kelurahan harus tegas menerapkan protokol COVID-19, dengan mengatur sistem pembagian. Masyarakat yang datang harus dipastikan menggunakan masker dan menjaga jarak,” katanya.

Mahmuddin mengatakan, sebelum JPS didistribusikan ke kelurahan, tim asistensi telah melakukan pengecekan terhadap isi dan kualitas dari paket JPS pada Sabtu (5/9), untuk menghindari kesalahan dan hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

“Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan kualitas isi paket JPS sudah lebih baik. Meskipun ada kita temukan timbangan yang kurang namun masih di bawah toleransi dan langsung ditambah,” katanya.

Selain itu, katanya, isi dari paket JPS sudah mengakomodasi sekitar 80 persen hasil produksi UMKM lokal. Seperti, ikan kering, abon, kerupuk, dan kue kering.

“Pendistribusian paket JPS tahap empat ini, ditargetkan rampung pada Jumat (11/9-2020),” katanya.

Setelah pendistribusian paket JPS tahap empat ini, kata Mahmuddin, sudah tidak ada tambahan lagi sebab anggaran untuk bantuan JPS sudah tidak ada dan proses APBD perubahan 2020 juga sudah hampir rampung.

“Untuk satu kali pendistribusian JPS dibutuhkan anggaran sebesar Rp8,4 miliar lebih. Jadi total anggaran yang dialokasikan untuk pendistribusian 4 kali JPS sekitar Rp33 miliar lebih,” ujarnya.

Akan tetapi, pemerintah kota tetap menyiapkan JPS cadangan bagi keluarga pasien dalam pengawasan (PDP), dan pasien yang dinyatakan positif COVID-19.

“JPS cadangan itu, untuk membantu pemenuhan kebutuhan mereka selama karantina mandiri. Jumlah paket cadangan yang kita siapkan sekitar seratusan paket,” katanya menambahkan. (Ant)