Pemkot Mataram Siapkan JPS Cadangan Untuk Pasien Positif COVID-19

Dokumen: Kegiatan pemantauan pengemasan paket jaring pengaman Sosial (JPS) tahap empat oleh tim asistensi Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sabtu (5/9-2020). (Foto: Inside Lombok/ANTARA/HO.Satpol PP)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan paket bantuan jaring pengaman sosial (JPS) cadangan bagi warga yang dinyatakan positif COVID-19, dan pasien dalam pengawasan (PDP), agar mereka dapat memenuhi kebutuhannya selama masa isolasi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kota Mataram Hj Baiq Asnayati di Mataram, Kamis, mengatakan, paket JPS cadangan tersebut diberikan kepada semua warga yang dinyatakan positif COVID-19 dan PDP, baik pasien tersebut berasal dari keluarga kaya maupun miskin.

“Meskipun pasien COVID-19 tersebut kaya, JPS tetap kita berikan guna membantu kebutuhan selama isolasi sebab mereka tidak bisa kemana-mana. Persoalan diterima atau tidak itu tergantung dari mereka yang jelas kami tetap berikan,” katanya.

Menurutnya, pemberian paket JPS cadangan ini dilakukan hampir setiap hari berdasarkan data Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Mataram yang dirilis setiap hari. Dalam sehari jumlah JPS yang didistribusikan berkisar 3-6 paket.

Pendistribusian JPS tambahan tersebut dilakukan melalui kelurahan, sebab kelurahan yang mengetahui siapa warganya yang terpapar dan terdampak COVID-19.

Karena itu, untuk pempercepat pendistribusian bantuan JPS, kelurahan diminta aktif melaporkan segera apabila ada warganya yang dinyatakan positif COVID-19 atau berstatus PDP.

“Kalau kita yang distribusi, kurang efektif karena harus mencari alamat pasien bersangkutan dan siapa tahu pasien tersebut sudah pindah namun masih menggunakan KTP lama,” katanya.

Dikatakan, paket JPS cadagangan yang diberikan itu isinya sama dengan paket JPS yang diprogramkan Pemerintah Kota Mataram selama empat bulan kepada 32.548 kepala keluarga yang terdampak COVID-19 di Mataram.

“Total bantuan per paket juga tetap yakni Rp250 ribu, dengan jenis bantuan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, serta beberapa jenis makanan hasil olahan UMKM lokal,” katanya.

Namun demikian, Asnayati tidak dapat menyebut berapa total anggaran yang disiapkan untuk program JPS cadangan.

“Untuk nominalnya, kami tidak bisa rincikan, yang pasti bantuan JPS tetap ada bagi warga yang dinyatakan positif COVID-19 dan PDP,” ujarnya. (Ant)