Pemkot Mataram Siapkan Tim Pendistribusian JPS

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyiapkan tim pendistribusian bantuan jaring pengaman sosial yang bertugas mengantarkan jatah paket JPS itu kepada warga yang secara ekonomi terdampak pandemi COVID-19, dengan jumlah 32.548 kepala keluarga.

“Jadi masyarakat penerima JPS, tidak perlu datang ke kantor lurah apalagi berkerumun untuk mengambil JPS. Penerima cukup menunggu di rumah, tim pendistribusian akan datang mengantarkan jatah mereka,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretaris Daerah Pemkot Kota Mataram Mahmuddin Tura di Mataram, Kamis.

Dia mengatakan tim yang disiapkan itu masing-masing enam orang per kelurahan, di mana Kota Mataram memiliki 50 kelurahan. Dengan demikian, jumlah petugas pendistribusian tersebut 300 orang.

Sebanyak enam petugas pendistribusi JPS di kantor lurah ke rumah penerima JPS itu, adalah pengawas dari babinsa dan babinkamtibmas masing-masing satu orang, dua operator kendaraan roda tiga, satu tenaga untuk mengangkat paket JPS, dan satu pendamping dari Dinas Sosial yang memegang data sekaligus verifikasi data.

“Petugas ini ditargetkan rampung mendistribusikan JPS ke rumah penerima satu tahapan selama tiga hari dengan honor masing-masing Rp100 ribu per hari,” ujarnya.

Dia mengatakan pendistribusian JPS sisa 12.745 paket untuk jatah April, tahap kedua untuk Mei, ketiga untuk Juni, akan dimulai pada 20 Juli 2020.

“Kita targetkan akhir Juli ini pendistribusian JPS tahap kedua, ketiga serta sisa tahap pertama bisa tuntas karena semua data dan paket bantuan sudah siap,” ujarnya.

Setiap paket bantuan JPS yang diterima masing-masing KK, antara lain berisi beras 10 kilogram, 10 butir telur, satu liter minyak goreng, sarden, empat bungkus biskuit, satu kilogram gula, sabun cair dan sabun batas satu bungkus dengan total per paket Rp250 ribu, dikemas dalam kotak dan diberi stiker oleh pihak ketiga.

“Untuk distribusi berikutnya, telur kita ganti diganti jenis pangan olahan, seperti abon ikan, kerupuk kulit, atau kue kering dengan pertimbangan, telur mudah pecah,” ujarnya.

Berdasarkan kesepakatan tim asistensi, untuk isi sisa JPS pada April sebanyak 12.745 KK sama seperti pendistribusian sebelumnya agar tidak terjadi kecemburuan sosial.

“Sedangkan untuk jatah bulan Mei dan Juni disamakan yakni dengan mengakomodasi hasil olahan UMKM warga di Kota Mataram,” ujarnya.

Mahmuddin menambahkan data penerima JPS 32.548 KK tersebut sudah final, kalaupun ada tambahan pasien positif dan pasien dalam pengawasan (PDP), akan diberikan secara khusus dari Dinas Sosial dengan nominal bantuan sama tetapi hanya sekali.

“Jadi kalau ada data tambahan sasaran di luar 32.548 KK, mereka mendapatkan JPS hanya sekali tidak tiga paket,” katanya. (Ant)