Penerima Bantuan Sembako Murah di Mataram Bertambah Menjadi 30.221 KK

Wali kota Mataram H Ahyar Abduh menyerahkan secara simbolis buku rekening tabungan dan kartu tambahan keluarga penerima manfaat (KPM) sembako murah atau biasa dikenal bantuan pangan nontunai (BPNT). (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala).

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Sosial Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyebutkan penerima bantuan sembako murah atau bantuan pangan nontunai (BPNT) di kota itu bertambah 7.440 kepala keluarga (KK), sehingga keluarga penerima manfaat (KPM) tahun ini menjadi 30.222 KK.

“Kuota KPM sembako murah di Mataram tahun ini bertambah 7.440 KK, dari sebelumnya 22.771 KK menjadi 30.221 KK,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Hj Baiq Asnayati di Mataram, Kamis.

Pernyataan itu disampaikan seusai penyerahan secara simbolis buku rekening dan kartu penerima sembako murah tambahan 7.440 KK, dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bantuan jaring pengaman sosial (JPS) di aula Pendopo Wali Kota Mataram.

Menurutnya, dengan dibagikannya buku rekening dan kartu penerima sembako murah, ke-7.440 KK tersebut, sudah bisa melakukan transaksi pembelian kebutuhan pokok di sejumlah warung gotong royong elektronik (e-Warong), atau agen BRI Link terdekat, mulai bulan April 2020.

“Nominal bantuan yang mereka terima sama, yakni Rp200 ribu per bulan, dalam bentuk sembako murah melalui e-warong dan agen BRI Link,” katanya.

Artinya, bantuan yang masuk rekening KPM, sebesar Rp200 ribu per bulan dan harus dibelanjakan di e-warong dan agen BRI Link untuk membeli kebutuhan pokok sesuai yang ditetapkan.

Kebutuhan pokok yang dimaksudkan, antara lain beras, telur, nabati dan protein hewani. Awalnya, e-warong hanya menyediakan dua jenis kebutuhan pokok, yakni beras dan telur.

Namun, dengan adanya tambahan nominal bantuan dari Rp110 ribu per bulan menjadi Rp200 ribu per bulan, jenis kebutuhan pokok tersebut dilengkapi, untuk pemenuhan gizi masyarakat penerima manfaat.

“Pemerintah berpikir untuk pemenuhan gizi masyarakat tidak cukup hanya dengan beras dan telur, tetapi perlu gizi dari nabati dan protein hewani,” katanya. (Ant)