Remaja Asal Bertais Ini Butuh Batuan untuk Operasi Patah Rahang

Mataram (Inside Lombok) – Noval Wisnu Saputra (13) seorang anak asal Bertais, Sandubaya, Mataram ini mengalami luka berat pasca kecelakaan yang terjadi padanya sehingga menyebabkan pembengkakan pada bagian muka yang cukup parah.

Ia mengalami patah tulang (fraktur) pada bagian rahang kiri dan kanan sehingga harus dioperasi dan dipasangkan pen. Noval saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Kota Mataram. Ia telah dirawat sejak hari Minggu (08/09/2019) dan saat ini masih belum bisa menjalani operasi.

“Kita belum tau kapan bisa dioperasi. Kita lagi tunggu dokter bedahnya, tadi tidak bisa datang katanya. Jadi belum diperiksa sama dokter bedahnya,” ujar Arliza Apriliantari yang merupakan bibi Noval, Selasa (10/09/2019).

Kecelakaan diawali ketika ibunya membonceng Noval menggunakan sepeda motor untuk pergi ke daerah Senggigi pada hari Minggu (08/09/2019) sebelum waktu subuh sekitar pukul 04.00 WITA. Ketika motor hendak turun dari tanjakan terakhir sebelum daerah Senggigi, pengendara sempat tidak melihat ada mobil terparkir di pinggir jalan.

Setelah menyadari ada mobil, ibu Noval terkaget hingga menabrak sedikit bagian pojok kanan belakang mobil dengan stang motor yang menyebabkan motor menjadi tidak seimbang dan akhirnya jatuh.

“Ibunya pingsan, sadarnya pas sudah di Puskesmas Meninting, yang menolong langsung pergi jadi belum kita sempat tanya,”jelasnya.

Sedangkan Noval setelah kecelakaan sempat dipulangkan dengan menggunakan taksi. Sesampainya di rumah sekitar pukul 07.00 WITA, luka di bagian muka baru terlihat. Pada saat itu juga keluarga langaung membawa Noval ke rumah sakit untuk diperiksa.

Arliza mengatakan karena ini adalah kecelakaan jadi biaya pengobatan tidak ditanggung BPJS sehingga keluarga memilih cara umum. Di samping itu, pihak rumah sakit memyarankan untuk memberi laporan polisi ke Polres setempat agar bisa klaim ke Jasa Raharja.

Namun pilihan tersebut memiliki kendala di saksi mata kejadian sehingga tidak bisa untuk diajukan. Keluarga tidak mengetahui pasti siapa saksi yang menolong kedua korban saat itu.

“Kalau buat LP harus ada saksi, sedangkan kejadiannya itu pagi sebelum subuh dan sepi orang. Saksi itulah yang sulit kita cari karena yang menolong pas kejadian orang lewat yang tidak dikenal sama kakak saya,” tambah Arliza.

Ia juga menambahkan bahwa ibu Noval juga korban namun tidak sampai dirawat inap dengan alasan menunggu Noval selesai ditangani terlebih dahulu meskipun ia juga mengalami sedikit fraktur di bagian hidung.

“Noval ini anak yatim, ibunya berjualan nasi,” imbuhnya.

Karena biaya yang dimiliki minim maka dari itu pihak keluarga membuka bantuan donasi untuk operasi Noval dengan menghubungi kontak Arliza Apriliantari (085934344045).