APKLI Mataram Minta PKL Awasi Aktivitas Negatif di Taman Kota

Mataram (Inside Lombok) – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Mataram meminta para pedagang kaki lima (PKL) yang berada di seputaran taman kota berperan aktif mengawasi berbagai indikasi aktivitas negatif yang akan dilakukan oleh oknum masyarakat.

“Mulai sekarang PKL kita minta berperan melakukan pengawasan dan pengamanan kawasan sekitar mereka berjualan untuk mencegah aktivitas negatif yang dilakukan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab,” kata Ketua APKLI Kota Mataram Masbuhin di Mataram, Jumat (14/6).

Hal itu sebagai upaya menghindari adanya kasus serupa yang terjadi pada Minggu malam (2/6), dimana jajaran Polsek Mataram mengamankan empat orang ibu-ibu yang tertangkap basah sedang bermain judi di Taman Sangkareang dan langsung dibawa ke Polsek Mataram beserta barang bukti berupa uang dan kartu domino.

Terhadap kejadian tersebut, pemerintah kota mengaku kecolongan apalagi aktivitas mereka dilakukan saat bulan puasa ketika umat muslim sedang shalat taraweh dan lokasinya sangat dekat dengan Kantor Wali Kota Mataram yang dijaga ketat oleh aparat dari Satpol PP Kota Mataram.

Namun, APKLI Kota Mataram dalam hal ini, membantah tudingan aktivitas negatif berupa judi yang terjadi di Taman Sangkareang bagian dari sumbangsih pedagang kaki lima di kawasan itu.

“Satpol PP bertugas melakukan penegakan perda, jadi kalau kami dianggap melanggar silakan beri sanksi. Tapi kalau kami disalahkan karena aktivitas perjudian itu, kami tidak terima,” kata Masbuhin yang juga menjadi Wakil Ketua APKLI NTB.

Masbuhin yang ditemui saat berkeliling di Taman Sangkareang menyampaikan tudingan itu oleh pihak Satpol PP yang menyebutkan oknum masyarakat berani melakukan aktivitas judi karena adanya kegiatan pedagang kaki lima di Taman Sangkareang.

Masbuhin mengatakan, dalam hal ini PKL tidak ada hubungan sama sekali, apalagi lokasi kejadian dengan tempat PKL berjualan memiliki jarak lumayan jauh sehingga para pedagang susah memantau.

“Selama ini, APKLI dari sisi keamanan dan kebersihan juga sudah mengambil peran,” katanya.

Sementara, terkait dengan masalah aktivitas negatif ini Masbuhin yang juga menjadi Wakil Ketua APKLI NTB mengajak semua pihak agar menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran bukan sebaliknya saling menyalahkan.

“Mari jadikan kasus ini sebagai pelajaran, jangan saling salahkan,” katanya.

Di sisi lain, ia menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada pemerintah kota yang telah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bisa beraktivitas di Taman Sangkareang.

Hal itu tentunya memberikan konstribusi positif bagi masyarakat, selain mengurangi angka pengangguran juga meningkatkan gairah perekonomian daerah. (Ant)