Arya, Bocah Penderita Jantung Bocor Asal Kopang ini Butuh Bantuan

Lombok Tengah (Iniside Lombok) – Dalam seminggu terkahir ini, keluarga M. Arya Saputra, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun pengidap penyakit jantung bocor, tengah gencar mencari berbagai sumber bantuan yang sekiranya dapat membantu Arya untuk segera menjalani operasi.

Arya yang berasal dari Dusun Penyawung, Desa Dasan Baru, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah ini menderita penyakit ini sejak usia 3 tahun.

“Awal ketahuan itu, Arya itu sering pingsan. Kemudian dibawa ke puskesmas, kemudian dari puskesmas dirujuk ke salah satu rumah sakit di Lombok Tengah” tutur Ashari, Paman Arya, saat dimintai keterangan melalui sambungan telfon, Minggu (20/09/2020).

Kemudian setelah menerima hasil rontgen dari rumah tersebut, Arya dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Namun, Arya tidak bisa langsung ditangani di sana. Ashari menyebutkan bahwa hal itu dikarenakan belum ada dokter spesialis yang dapat menangani penyakit Arya tersebut di Lombok.

“Baru kemudian kita dirujuk dan disuruh berobat ke rumah sakit di Bali, tapi disuruh nyiapin biaya sekitar Rp 100 juta an” ungkapnya.

Arya terakhir kali dirujuk ke RSUD Provinsi NTB pada akhir tahun 2019 lalu. Tapi hingga saat ini, Ashari mengakui, Arya belum melakukan pengobatan lebih lanjut lagi. Karena keterbatasan biaya, pihak keluarga belum mampu untuk melanjutkan pengobatan Arya.

“Arya ini kadang lupa kalau dia sedang sakit, dia ikut bermain bersama temannya lalu kelelahan, dia bisa tiba-tiba pingsan” ungkap sang paman.

Arya kini tinggal bersama neneknya, karena kedua orang tuanya telah berpisah sejak dirinya masih kecil. Arya ditinggal pergi ibunya yang bahkan hingga saat ini belum pernah lagi datang menemui Arya. Walaupun dengan kondisi jantung bocor Arya yang kian kronis.

Sementara sang ayah yang menjadi seorang TKI, saat ini tengah berada di Malaysia. Ayahnya merantau ke negeri jiran untuk dapat mengumpulkan biaya supaya Arya bisa segera dioperasi.

“Tapi kan biaya yang dibutuhkan ini sangat besar, kita disuruh menyiapkan minimal Rp 100 juta. Jadi bapaknya Arya belum bisa mengumpulkan itu” imbuh Ashari.

Diakui Ashari bahwa hingga saat ini, dengan kondisi jantung bocor Arya yang kian kronis, dirinya belum sama sekali tersentuh bantuan. Baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa setempat.

Sehingga untuk saat ini, keluarga Arya hanya bisa mengandalkan bantuan dari LSM-LSM yang bergerak dalam bidang kemanusiaan untuk bantu menyuarakan bahwa saat ini Arya sedang butuh bantuan.

Hingga saat ini pun, unggahan yang awalnya bersumber dari salah seorang warganet yang menyuarakan kondisi Arya masih ramai dibagikan di sosial media.

“Kalau bantaun dari Pemdes sama Pemda sih belum ada. Sejauh ini dari ikatan mahasiswa, ikatan pemuda, kemudian yayasan-yayasan kemanusiaan itu” beber Ashari.

Keluarga berharap supaya Pemerintah Daerah setempat dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk Arya agar bisa cepat dioperasi. Sebelum sakit yang dideritanya semakin parah.

Karena saat ini kondisi Arya pun sudah mulai memprihatinkan. Beberapa bagian tubuhnya seperti bibir, lidah, seluruh kuku sudah mulai membiru dan mata yang memerah serta tidak bisa lelah. Kondisi itu diakibatkan oleh penyakitnya yang semakin kronis.

“Kami berharap Pemda bisa memberikan perhatian dan bantuan, apapun itu. Setidaknya merujuk atau pun memberi tambahan biaya. Bantuan seadanya supaya Arya bisa berangkat ke Bali untuk operasi dan bisa sembuh” harap paman Arya ini.

Jangan sampai, lanjutnya, apabila ada kasus seperti ini dan terjadi hal yang fatal, justru nanti Pemda juga yang akan disalahkan karena kurangnya perhatian.

Bagi siapapun yang tergerak hatinya untuk berdonasi dan membantu Arya supaya cepat operasi, pihak keluarga menyertakan nomor berikut 087808156509 atas nama Ira Mutia.

Untuk donasi dengan transfer bank
Rek Mandiri: 161-000-448507-9 atas nama Dewi sartika.