Bangkitkan Ekonomi Melalui Lapak Berjalan ala Sahabat Seponjol

28
Stan dagang komunitas Sahabat Seponjol, Jumat (05/08/2022). (Inside Lombok/Sahabat Seponjol)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Terjun menekuni usaha secara mandiri bukan hal asing lagi bagi kaum milenial. Inovasi-inovasi terus dilakukan, agar peluang kerja yang diciptakan sendiri itu bisa memberi dampak positif, baik bagi pemilik usaha maupun masyarakat sekitar.

Semangat membuka peluang usaha secara mandiri itu salah satunya ditunjukkan Sahabat Seponjol, komunitas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang diisi oleh para kaum milenial dengan cara menggelar lapak dagang bersama. Mereka secara berkala berkeliling ke setiap desa membuka lapak, menjajakan dagangan dari masing-masing anggota komunitas.

Cara unik ini dipakai Sahabat Seponjol untuk mendekatkan komunitasnya dengan masyarakat, sekaligus memperkenalkan menu-menu yang dijajakan secara offline, di samping komunitas ini juga terfokus berjualan melalui online.

“Tujuan kita sendiri untuk berjualan dengan cara berkeliling ini juga untuk melihat permintaan pasar di setiap desa, sehingga nantinya masyarakat di desa tersebut mengetahui secara real apa yang akan dijual di desanya,” ucap Ketua Sahabat Seponjol, Rijlan Hadi Amri kepada Inside Lombok saat ditemui di Bazar Kuliner Desa Aikdewa, Jumat (05/08).

Selain melihat potensi pasar, dengan cara unik yang digalakkan oleh Sahabat Seponjol ini untuk menarik minat kaum milenial untuk berwirausaha dan menepis stigma yang mengatakan bahwa sukses itu harus jadi pejabat.

Ide lapak berjalan dengan cara menggelar bazar kuliner ke desa-desa tercetus karena terinspirasi dari hiburan pasar malam atau yang lebih dikenal dengan Rona-rona, akan tetapi dengan konsep berbeda yakni khusus menjajakan makanan.

“Komunitas ini kita bentuk pada tahun 2019 lalu saya terinspirasi menerapkan konsep dari Rona-rona karena sebelumnya saya juga bagian dari itu,” tuturnya.

Konsep yang sangat unik dari Komunitas Sahabat Seponjol selalu menarik minat dari pemerintah desa yang ada di Lombok Timur khususnya, agar Sahabat Seponjol dapat menggelar bazar di desanya. Sehingga dalam satu bulan agendanya selalu padat menerima pesanan dari berbagai desa.

“Pesanan dari setiap desa menumpuk, sehingga kita agak kesulitan mengatur jadwalnya karena kadang selalu bersamaan tanggal permintaan dari berbagai desa,” jelasnya.

Dalam menyemarakkan event yang dibuat oleh masyarakat maupun pemerintah, Komunitas Sahabat Seponjol selalu dilibatkan dalam memenuhi permintaan kuliner masyarakat dari event yang dilaksanakan. Misalnya saja seperti MTQ NTB kemarin komunitas ini sangat berperan penting dalam melayani permintaan kuliner pengunjung.

“Ya kita juga ikut serta kemarin waktu MTQ di Masbagik, alhamdulillah keuntungan yang kita dapat juga berlipat ganda karena saking banyaknya pengunjung,” katanya.

Dalam Komunitas Sahabat Seponjol ini hanya diisi oleh 17 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia khususnya dari Kecamatan Masbagik dengan menjajakan makanan tradisional hingga mancanegara seperti lupis, korean food, pizza, burger dan banyak lainnya. Dalam komunitas ini sendiri para pedagang yang tergabung tidak boleh menjajakan kuliner yang sama namun sudah memiliki klasifikasi barang dagangan sendiri.

“Awalnya terbentuk itu anggota kita sebanyak 40-an lebih, tapi banyak barang dagangan yang sama sehingga kita lakukan klasifikasi dan hanya 17 UMKM usaha yang tersisa,” pungkasnya.

Dalam melaksanakan bazar itu sendiri, Sahabat Seponjol selalu menyiapkan fasilitas sendiri sehingga tidak membebankan pada pihak lain, mulai dari stand, listrik, bak sampah, dan kebutuhan lainnya. Hanya saja komunitas ini meminta lahan untuk mendirikan lapak kepada pihak yang meminta diadakan bazar.

Tak hanya bergelut pada bidang bisnis, Komunitas Sahabat Seponjol ini sendiri juga memperhatikan kehidupan sosial, dimana setiap ia menggelar bazar komunitas ini selalu memberikan perhatian kepada anak yatim yang ada di desa sebagai lokasi bazar dengan memberikan santunan.

Komunitas Sahabat Seponjol ini juga tengah membuat TPQ sebagai wadah anak-anak untuk belajar mengaji dan mendalami ilmu agama, sehingga mental sukses dapat dibarengi juga dengan iman yang kuat sehingga terhindar dari bisnis riba. (den)