Gubernur NTB Perpajang Masa Pemulihan Pascagempa

Kalak BPBD NTB, Muhammad Rum (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah (Bang Zul), memutuskan memperpanjang proses pemulihan dan perbaikan akibat gempa bumi yang melanda Pulau Lombok dan Sumbawa yang harusnya telah berakhir pada 12 April 2019 lalu.

Perpanjangan tersebut dikeluarkan orang nomor satu di NTB tersebut melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur NTB Nomor 360-331 Tahun 2019 pada Senin (15/04/2019). Dalam surat tersebut, proses pemulihan diperpanjang selama 135 hari, dimulai pada tanggal 13 April 2019 sampai dengan 25 Agustus 2019.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Mohammad Rum, menerangkan bahwa Bang Zul mengeluarkan SK tersebut mengingat proses perbaikan dan pemulihan bencana di NTB masih membutuhkan perpanjangan waktu.

“Pertimbangan utamanya adalah bahwa penanganan perbaikan dan pemulihan bencana di Pulau Lombok dan Sumbawa itu masih membutuhkan penambahan waktu sekitar 135 hari lagi mengingat belum pulihnya keadaan dan kondisi di wilayah yang terkena dampak bencana,” ujar Rum, Senin (15/04/2019) di Mataram.

Berdasarkan data dari BPBD NTB sendiri, sampai dengan 13 April 2019 lalu Pemerintah Pusat telah menyuntikkan dana sebesar Rp5.110.900.000.000 untuk menyelesaikan proses perbaikan dan pemulihan pascagempa tersebut.

Rum menerangkan dari total dana tersebut, Rp5.092.901.000.000 telah disalurkan ke masyarakat, Rp2.400.874.000.000 masih tersimpan di rekening masyarakat, dan Rp2.692.027.000.000 telah ditransfer ke rekening Pokmas.

Proses perbaikan dan pemulihan pascabencana ini sendiri difasilitasi oleh 3.337 fasilitator yang terdiri dari 1.897 fasilitator sipil, 1.000 personel TNI, 440 personel Polri. Dari seluruh fasilitator tersebut, 1.637 diantaranya memfasilitasi rumah rusak berat (RB). Sedangkan 1.700 lainnya bertugas memfasilitasi rumah rusak sedang (RS) dan rumah rusak ringan (RR). Selain itu, ada juga bantuan 1.000 personel ZENI TNI yang dikerahkan untuk membantu proses tersebut.

Sampai saat ini, sebanyak 55.269 unit rumah masih dalam proses pengerjaan, yaitu RB sebanyak 17.102 unit, RS sebanyak 10.155 unit, dan RR sebanyak 28.012 unit. Sedangkan rumah yang sudah selesai dikerjakan berjumlah 19.872 unit, yaitu RB sebanyak 5.243 unit, RS sebanyak 3.019 unit, dan RR sebanyak 11.610 unit.