Menteri ESDM Tinjau Tiga PLTS di Lombok

Mataram (Inside Lombok) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Kamis, meninjau tiga pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dibangun oleh pihak swasta untuk memperkuat pasokan listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri ESDM didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Rahardjo Abu Manan, serta General Manajer PLN Unit Induk Wilayah NTB, Rudi Purnomoloka.

Tiga PLTS yang ditinjau, yaitu PLTS Sengkol di Kabupaten Lombok Tengah, PLTS Selong dan PLTS Pringgabaya di Kabupaten Lombok Timur. Masing-masing berkapasitas 5 mega Watt (MW).

Ketiga PLTS tersebut telah memperkuat sistem kelistrikan Lombok. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan operasi komersial (commercial operation date/COD) antara PLN dengan tiga Independent Power Producer (IPP) sejak Juli 2019.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, penggunaan PLTS tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dan PLN untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan (EBT) untuk pembangkit listrik di Indonesia.

“Kita dorong terus pembangkit EBT, apalagi untuk Lombok yang memang jadi tempat pariwisata,” kata Jonan saat melakukan kunjungan kerja ke PLTS Sengkol, Kabupaten Lombok Tengah.

Dengan beroperasinya tiga PLTS tersebut, bauran EBT untuk wilayah NTB menjadi 11 persen. Angka tersebut akan bertambah seiring dengan semakin banyaknya lokasi pengembangan EBT di NTB.

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Djoko Rahardjo Abu Manan menambahkan, pengoperasian PLTS tersebut akan berdampak pada efisiensi karena mengurangi pemakaian BBM di beberapa pembangkit di NTB.

“PLTS beroperasi, yang utama tentu biaya pokok produksi semakin murah. Perhitungan kami selisih biaya pokok penyediaan PLTS dengan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sekitar Rp900 per kilo Watt hours (kWh),” kata Djoko.

Selain itu, kata dia, dengan beroperasinya tiga PLTS tersebut meningkatkan pasokan listrik di sistem kelistrikan Lombok.

Saat ini, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu mencapai 260,47 MW dengan beban puncak sebesar 233,18 MW, sehingga terdapat cadangan sebesar 27,28 MW. (Ant)