Pemkot Mataram Tawarkan Desain Aksesori Lampu Gapura Tembolak

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh (kanan) bersama tim, meninjau Gapura Tembolak sebagai persiapan untuk pemasangan aksesori lampu. (Inside Lombok/ANTARA News/Humas)

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah menawarkan desain aksesori lampu Gapura Tembolak yang menjadi perbatasan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat di Jalan Lingkar Selatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Kamis, mengatakan, sampai saat ini sudah ada tiga perusahaan yang mau menawarkan desainnya. “Tiga perusahaan tersebut adalah, Panasonic, Philips dan JM,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Dari tiga perusahaan itu, dari Panasonic yang sudah selesai membuat desain, dan beberapa hari lalu melakukan pemaparan sekaligus cek lapangan di Gapura Tembolak bersama Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Cek lapangan dimaksudkan untuk melihat dan mencocokkan desain yang telah dibuat dengan kondisi di lapangan, agar dapat dilakukan penyesuaian dengan desain yang sudah ada.

“Estimasi anggaran yang disebutkan pihak Panasonic untuk aksesori lampu secara keseluruhan sekitar Rp3,5 miliar, dengan kebutuhan listrik sekitar 6.000 watt,” ujarnya.

Dengan melihat kebutuhan tersebut, pemerintah kota akan melakukan kajian terhadap pemasangan lampu pada gapura itu sambil menunggu desain dan tawaran dari dua perusahaan lainnya. “Kalau mau terlihat mengah, ya, harus berani,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini memang belum ada alokasi anggaran untuk pemasangan aksesori lampu di Gapura Tembolak, tetapi anggaran akan diusahakan tahun 2020 melalui sistem tender.

“Siapapun yang menang itu di luar kewenangan kita, karena itu sesuai dengan desain masing-masing perusahaan dan penawarannya,” ujarnya.

Sementara menyinggung keamanan, Kemal mengatakan, apabila Gapura Tembolak sudah dipasangkan aksesori lampu, maka pengamanan juga menjadi bagian yang perlu dipikirkan.

Karenanya, Disperkim berencana menempatkan petugas keamanan selama 24 jam, terutama saat musim hujan dan angin sebagai upaya antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Apalagi kawasan tersebut saat ini cukup ramai dikunjungi masyarakat baik dari luar maupun dalam kota,” katanya.* (Ant)