Sebanyak 868.552 Pelanggan PLN di NTB Mendapat Keringanan

208
Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Unit UIW NTB, Fauzi Arubusman. (Inside Lombok/ANTARA/Awaludin)

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 868.552 pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara di Nusa Tenggara Barat mendapatkan keringanan karena masuk kategori warga kurang mampu yang terkena dampak penyebaran wabah virus Corona.

Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, Fauzi Arubusman, di Mataram, Kamis mengatakan, ratusan ribu pelanggan yang mendapatkan keringanan tersebut terdiri atas sebanyak 566.253 pelanggan daya 450 volt ampere (VA) dan 302.299 pelanggan daya 900 VA tarif subsidi.

“Semuanya merupakan pelanggan rumah tangga yang terdaftar di basis data terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan,” katanya.

Ia menyebutkan keringanan yang diberikan berupa bebas pembayaran tagihan rekening listrik juga token gratis. Hal itu merupakan realisasi atas kebijakan Presiden Jokowi sebagai salah satu bentuk bantuan untuk meringankan beban masyarakat selama pandemi “Coronavirus Desease” (COVID-19).

Dari seluruh pelanggan penerima keringanan dari pemerintah, sebanyak 588.166 pelanggan merupakan pelanggan prabayar, dan selebihnya sebanyak 280.386 pelanggan merupakan pelanggan pascabayar.

Pelanggan prabayar daya 450 dan 900 VA mendapatkan token gratis sebesar pemakaian listriknya yang tertinggi dalam kurun waktu tiga) bulan terakhir. Untuk pelanggan pascabayar daya 450 VA, tidak perlu lagi membayar tagihan rekening dikarenakan sudah langsung terlunasi.

Fauzi menambahkan sementara untuk pelanggan daya 900 VA subsidi akan langsung mendapatkan potongan diskon sebesar 50 persen pada tagihan rekening listriknya.

“Kebijakan tersebut berlaku hingga tiga bulan ke depan, yaitu mulai April, Mei dan Juni 2020,” ujarnya.

Untuk mendapatkan token gratis, kata dia, pelanggan dapat langsung mengakses website PLN, www.pln.co.id atau melalui aplikasi pesan singkat Whats App ke nomor 08122 – 123 -123.

Cukup dengan memasukkan ID Pelanggan atau nomor meter, masyarakat sudah dapat memperoleh 20 digit nomor token gratis untuk dimasukkan ke meter prabayar di rumah masing masing.

Terkait dengan maraknya informasi yang beredar tentang kenaikan tarif non subsidi, Fauzi juga menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Tidak ada perubahan untuk tarif nonsubsidi sampai dengan triwulan II – 2020. Perlu diketahui bahwa tarif non subdisi ini tidak mengalami kenaikan sejak tahun 2017. Bagi pelanggan yang merasa fluktuasi tagihan rekening listriknya tidak wajar, bisa melakukan pemeriksaan rekening di unit layanan terkait.” katanya.

Sebagai informasi, perhitungan tagihan listrik pada April 2020 adalah menggunakan pemakaian rata rata tiga bulan terakhir, yaitu rekening Desember 2019, Januari dan Februari 2020.

Hal tersebut untuk mengurangi resiko penyebaran COVID-19 pada petugas baca meter, sehingga kegiatan pembacaan meter untuk bulan April 2020 ditangguhkan, hingga kondisi dinyatakan kembali aman.

“Kami berharap kebijakan stimulus covid-19 dari PLN ini dapat membantu masyarakat dalam melaksanakan physical distancing di rumah. Dan semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhir, sehingga masyarakat bisa beraktifitas kembali dan perekonomian dapat kembali tumbuh,” ucap Fauzi. (Ant)