Lombok Utara (Inside Lombok) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lombok Utara (KLU) resmi memiliki nahkoda baru setelah dr. Lalu Bahrudin terpilih sebagai ketua untuk periode 2025-2028. Dengan adanya kepimpinan baru ini, diharapkan kolaborasi antara IDI dan Pemerintah Daerah (Pemda) KLU terus berjalan semakin meningkat, khususnya terhadap pelayanan kesehatan di KLU.
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, menekankan pentingnya peran IDI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam sektor kesehatan. Pemda KLU tidak dapat berdiri sendiri dalam bidang kesehatan dan sangat membutuhkan kehadiran serta kolaborasi dari IDI. “IDI ini menjadi salah satu mitra Pemda KLU. Di bidang kesehatan, tentu kami tidak bisa berdiri sendiri. Kami butuh kehadiran kawan-kawan sekalian,” ujarnya, Sabtu (1/11).
Lebih lanjut, dikatakan pentingnya IDI untuk lebih dikenal oleh masyarakat, tidak hanya sekedar sebagai wadah perkumpulan dokter. “Penting sekali keberadaan IDI ini diketahui oleh masyarakat. Tidak hanya sekedar bicara dokter. Kalau ada yang ingin mengeluh dan lain-lain, kita berikan salurannya,” ungkapnya.
Disisi lain, ia menyoroti pesan dari Ketua IDI NTB mengenai isu kenyamanan dan keamanan bagi para tenaga kesehatan (Nakes). Dalam hal ini ditegaskan bahwa Pemda berkomitmen penuh untuk melindungi anggotanya. “Kejadian kemarin (pengunduran diri dirut,red) menjadi perhatian bagaimana kami melindungi kawan-kawan. Keberadaan kawan-kawan menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat,” tuturnya.
Ketua IDI Cabang KLU, dr. Lalu Bahrudin, menyampaikan bahwa pengurus baru akan fokus pada tanggung jawab organisasi, yaitu mengintegrasikan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan di KLU. “Pelayanan harus kita maksimalkan, dengan anggota yang tercatat saat ini sekitar 93 hingga 100 orang anggota yang terverifikasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh dokter untuk bersatu demi tujuan mulia yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di KLU. Baik itu dari RSUD hingga puskesmas. “Seluruh wilayah pelayanan kesehatan ini menjadi sorotan. Untuk itu, saya mengajak untuk bergandengan tangan sama-sama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat di fasilitas kesehatan tempat kita bekerja,” jelasnya.
Sementara itu, kepengurusan baru ini dipimpin oleh dr. Lalu Bahrudin sebagai Ketua, didampingi oleh dr. Lalu Ahmad Haerul Umami sebagai Sekretaris, dan dr. Niken Sari Sarasati sebagai Bendahara. Dalam struktur utama, dr. Asep Nasrullah didapuk sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.
Kemudian susunan pengurus ini terbagi dalam beberapa bidang strategis untuk memaksimalkan peran organisasi. Diantaranya Bidang Ilmiah & Pendidikan Pelatihan diketuai oleh dr. Dewi Nurul Makhabah fokus pada pengembangan profesionalisme dokter. Bidang Usaha dan Kesejahteraan Anggota dipimpin oleh dr. Dian Fatmawati, bertujuan meningkatkan kesejahteraan para dokter di KLU.
Adapun bidang Pengabdian Masyarakat: Diketuai oleh dr. Muksan Abdul Somad, yang akan menjadi ujung tombak kegiatan sosial dan pelayanan langsung ke masyarakat. Serta Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK): Diberi tanggung jawab menjaga marwah profesi, majelis ini diketuai oleh dr. Encu Sukandi. (dpi)

