28.5 C
Mataram
Rabu, 25 Mei 2022

Cerpen

Relapse – Cerpen Mochammad Aldy Maulana Adha

Maret, 2020"Selalu ada alasan di balik kegilaan. Namun cinta tak pernah memiliki alasan, tapi kau tak cinta. Kau terlalu banyak menyaksikan akhir yang bahagia....

Jagung-Jagung Meletup di Tungku – Cerpen Julia Arungan

Tuaq Irun memandang seisi rumahnya. Dinding anyaman bambu sudah mulai robek di bagian depan dan belakang. Di tengah-tengah beberapa pancang bambu mulai doyong. Angin...

Kisah Mayat yang Menyeret Tubuhnya ke Pemakaman – Cerpen Aliurridha

Ini cerita tentang sesosok mayat. Benar-benar mayat. Masih segar. Baru saja meninggal. Penyebab meninggalnya tidak diketahui pasti. Namun satu yang pasti, ia telah mati....

Menghadap ke Atas – Cerpen Nuraisah Maulida Adnani

Aku pernah berulang kali membenturkan diriku dengan harapan dapat menembus tempat ini. Namun tak pernah berhasil. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk tak membenturkan diri...

Pengikut Setia – Cerpen Tara Febriani Khaerunnisa

Di dunia ini, ketenaran dan pengakuan orang-orang lebih penting dari kekayaan material. Orang-orang yang terkenal dan memiliki banyak pengikut sudah pasti kaya raya, namun...

Jalan Menuju Gelap – Cerpen Robbyan Abel Ramdhon

Angin akhir bulan November sedikit berair dan suasana terasa mencekam. Helipad di atas rumah sakit juga sepi tanpa helikopter.Belakangan memang banyak orang mati. Kenapa...

Kain Tenun Komodo dan Nanas Emas – Cernak Fadil Setia Gunawan

Kanaya hidup bersama Ayah dan Ibunya di rumah kecil beratap jerami. Ayahnya seorang nelayan dan Ibunya penenun. Mereka tinggal di desa Kalamba. Desa ini...

Vendetta – Cerpen Julia F. Gerhani Arungan

Apa yang berikutnya terdengar adalah derap kaki. Derap kaki yang berjalan dengan teratur dan sabar. Derap kaki yang memiliki kuku-kuku tebal dan keras, diikuti...

Sambal (Patah) Hati – Cerpen Riyana Rizki

“Aku tidur dengan orang lain.”Kalimat singkat Serena mampu menahan Gantar untuk tidak lagi bicara. Cangkir yang baru saja ia angkat tertahan menuju bibirnya. Sejenak...

Perempuan yang Mengutuk Takdir – Cerpen Sisik

Perempuan itu terus saja berjalan di tengah hujan, menyusuri jalan raya yang lengang dari kendaraan. Airmatanya telah bersanggama dengan air hujan. Kepalanya terus menunduk...

BERITA POPULER

- Advertisement -spot_img