31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurPemkab Lotim Tanggapi Protes Warga Soal Jalan Rusak di Kalijaga Timur

Pemkab Lotim Tanggapi Protes Warga Soal Jalan Rusak di Kalijaga Timur

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menanggapi aksi warga Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, yang menanam pohon di tengah jalan sebagai bentuk protes atas belum terealisasinya perbaikan jalan di wilayah tersebut. Wakil Bupati Lotim, Edwin Hadiwijaya, memastikan data perbaikan jalan yang beredar bukan merupakan data final dan masih ada peluang untuk dilakukan perbaikan.

Edwin menjelaskan, aksi warga terjadi karena mereka melihat data yang belum resmi dirilis. Ia menegaskan Pemkab belum mengeluarkan daftar final ruas jalan yang akan diperbaiki. Jalan di Kalijaga Timur, kata dia, menjadi perhatian khusus karena merupakan jalur keluar-masuk enam lokasi galian C. Pemerintah desa setempat juga telah menerbitkan peraturan desa (perdes) untuk mengatur aktivitas angkutan galian yang melintas di jalur tersebut.

Menurut Edwin, jalan kabupaten seharusnya mampu menahan beban maksimal 8–10 ton, sementara truk pengangkut material dari galian C bisa mencapai berat 12 ton. “Kalau jalan kabupaten itu maksimal beban yang dapat melewatinya yakni 10 ton, kalau truk membawa material tentu beratnya mencapai 12 ton. Tentu perbaikan di wilayah itu juga harus dipikirkan secara matang desainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski dalam data yang beredar jalan Kalijaga Timur belum tercantum, data tersebut bukan bersumber dari pihaknya. Penetapan jalan yang masuk dalam program perbaikan akan diketahui setelah pengesahan APBD 2026 oleh DPRD Lotim pada 30 November mendatang. “Nanti kita tahu masuk atau tidaknya sejumlah jalan tersebut apabila APBD 2026 sudah diketok oleh DPRD pada 30 November,” jelasnya.

Sambil menunggu keputusan tersebut, Pemkab Lotim juga menyiapkan alternatif pendanaan lain dengan mengupayakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang infrastruktur jalan. Kepala Dinas PUPR dan Kabid Bina Marga saat ini tengah berada di Bekasi untuk mengajukan sejumlah data ruas jalan ke pemerintah pusat.

“Mereka sedang di sana dan tentu sejumlah data ruas jalan coba dimasukkan di sana. Masuk atau tidaknya tentu sedang berproses,” katanya.

Edwin menegaskan, Pemkab Loti masih membuka peluang untuk perbaikan jalan Kalijaga Timur, baik melalui APBD 2026 maupun dana DAK. Ia berharap DPRD juga turut merespons aspirasi masyarakat.

“Masih ada peluang perbaikan, teman-teman di DPRD juga tentu harus merespons. Sebab bagaimanapun aksi tanam pisang itu sebagai bentuk penyampaian aspirasi mereka dan butuh bantuan juga dari anggota DPRD dapil mereka,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer