Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram menetapkan status siaga bencana pada musim hujan ini. Meski demikian, upaya penanganan dan antisipasi bencana telah mulai dilakukan oleh instansi terkait.
Plt. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Ahmad Muzakki, mengatakan bahwa peningkatan status belum dilakukan karena kondisi cuaca masih tergolong normal. Namun, pihaknya terus memantau perkembangan untuk kemungkinan peningkatan status menjadi waspada. “Kita lagi melihat perubahan cuaca. Kalau bisa dinaikkan kita naikkan ke status waspada,” ujarnya, Rabu (4/11) pagi.
Muzakki menjelaskan, berdasarkan pemantauan cuaca secara nasional hingga daerah, terdapat kecenderungan peningkatan potensi bencana. Namun, penetapan status akan tetap disesuaikan dengan kondisi faktual di masing-masing wilayah. “Kalau sekarang ini masih normal. Peningkatan status ini juga dengan melihat kondisi cuaca,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan status akan dilakukan jika terjadi perubahan signifikan seperti kenaikan debit air dua kali lipat dari kondisi normal. Saat ini, debit air di Kota Mataram tercatat sekitar 40 meter kubik. “Ini gunanya kita mencegah dan tidak ada korban. Kalau lebih memburuk cuaca atau iklim ini makanya kita tingkatkan status,” ungkapnya.
Jika status dinaikkan, BPBD akan menyiapkan langkah penanganan dan antisipasi yang lebih maksimal. Di antaranya, penambahan personel patroli dan peningkatan kewaspadaan di lapangan. “Kalau kemarin sambil lalu, sekarang pemantauannya harus stand by. Kita juga sudah buat jadwal,” tegas Muzakki.
Sementara itu, hasil pemantauan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram menunjukkan debit air di sungai besar masih dalam batas normal. “Masih normal itu 40–50 meter kubik. Kalau waspada itu debitnya 80 meter kubik. Pada saat banjir kemarin itu lebih dari 80,” jelasnya.

