32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataram137 Gerai Koperasi Merah Putih di NTB Ditargetkan Rampung Januari 2026

137 Gerai Koperasi Merah Putih di NTB Ditargetkan Rampung Januari 2026

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pembangunan 137 gerai Koperasi Desa/Kelurahan (KDK) Merah Putih rampung pada 31 Januari 2026. Target tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pembangunan gerai koperasi merah putih yang digelar di Mataram.

Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM, Prof. Ambar Pertiwiningrum, mengatakan setiap koperasi harus menyiapkan lahan seluas 10 are sebagai lokasi pembangunan gerai. “Sudah ada ukuran standar gerai koperasi yang harus dibangun yaitu 20×30 meter. Ini dulu yang sudah kita data,” ujarnya, Kamis (5/11).

Ia menjelaskan, gerai KDK Merah Putih akan terdiri dari gerai sembako, klinik, kantor, unit simpan pinjam, serta fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan ini dilaksanakan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Inpres tersebut menjadi dasar kebijakan untuk mempercepat penguatan infrastruktur dan kapasitas koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Ambar menyebut, dari hasil pendataan, baru 41 koperasi di NTB yang memiliki lahan clean and clear dan siap untuk dibangun. “Itu kan dibangun di desa. Kenapa aset desa yang pertama dicari adalah lahan kas desa. Ini memang berjenjang dulu tidak cepat-cepat karena kita harus pastikan itu clear and clean,” jelasnya.

Biaya pembangunan satu gerai ditetapkan sebesar Rp3 miliar, termasuk sarana dan perlengkapan yang dibutuhkan. Proses pembangunan akan melibatkan TNI serta masyarakat setempat untuk menjamin percepatan dan keamanan proyek. “Percepatan dan keamanan, ini Agrinas mengajak karena sudah pengalaman ketika melakukan TMMD yang masuk desa itu,” katanya.

Ambar menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap mengingat secara nasional terdapat sekitar 80 ribu koperasi yang menjadi sasaran program. Anggaran pembangunan bersumber dari APBN, sementara pengurus koperasi akan mengikuti pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar dapat mengelola gerai secara profesional.

- Advertisement -

Berita Populer