Lombok Barat (Inside Lombok) – Proyek Marina Bay di Sekotong, Lombok Barat, mendapat dukungan hukum dan advokasi sosial dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Advokat dan Paralegal Indonesia (AAPI).
Dukungan ini diberikan untuk memastikan proyek investasi strategis tersebut berjalan sesuai regulasi, berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di kawasan pesisir selatan Lombok Barat.
Ketua Umum DPP AAPI, Agus Cristianto, menyebut Marina Bay Sekotong sebagai proyek jangka panjang yang strategis bagi masa depan Lombok Barat. “Kami mendukung penuh langkah-langkah pembangunan Marina Bay karena proyek ini mampu membuka lapangan kerja baru, mendorong UMKM lokal, serta mengangkat potensi wisata bahari Lombok agar lebih dikenal secara nasional maupun internasional,” ujarnya, Kamis (06/11/2025).
Agus menambahkan, proyek tersebut bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga investasi pada sumber daya manusia dan penguatan identitas pariwisata daerah. Menurutnya, dorongan terhadap UMKM lokal menjadi fokus utama agar manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan masyarakat. “Mulai dari penyedia jasa hingga produk kerajinan, semua diarahkan agar arus ekonomi baru ini dapat dinikmati warga setempat,” imbuhnya.
Sekretaris Jenderal DPP AAPI, Ichwan Al, menjelaskan bahwa organisasi ini akan melakukan pengawasan terhadap seluruh proses hukum, perizinan, dan kepatuhan lingkungan.
“Pihak kami turut melakukan pengawalan aspek hukum, perizinan, serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan agar proyek ini berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Pendampingan hukum dan advokasi sosial menjadi bagian penting agar manfaat proyek benar-benar dirasakan masyarakat dan berkelanjutan,” terang Ichwan.
Konsultan khusus proyek Marina Bay, Deni Gunarja, memastikan pelaksanaan proyek dilakukan secara profesional dan transparan. “Kami berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan dengan profesional, transparan, dan yang terpenting, berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Kehormatan AAPI sekaligus penanggung jawab proyek Marina Bay, Joko Prihanto Putro, menyatakan pembangunan kawasan tersebut akan mengedepankan keseimbangan antara pariwisata, ekonomi masyarakat, dan pelestarian budaya lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ini tidak hanya berbasis ekonomi, tetapi juga menghargai nilai-nilai budaya masyarakat Lombok, khususnya di Desa Induk Buwun Mas. Budaya lokal akan menjadi nilai tambah yang membedakan Marina Bay dari destinasi lainnya,” tegasnya.
Dengan pengawalan hukum dari DPP AAPI, proyek Marina Bay Sekotong diharapkan menjadi model nasional kolaborasi antara dunia hukum, investasi, dan pembangunan sosial yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

