25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramTumpukan Sampah di TPS Sandubaya Berkurang, Dua Insinerator Mulai Dioperasikan

Tumpukan Sampah di TPS Sandubaya Berkurang, Dua Insinerator Mulai Dioperasikan

Mataram (Inside Lombok) – Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sandubaya, Kota Mataram, terus berkurang setelah dua unit insinerator atau alat pembakar sampah dioperasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram sejak beberapa waktu lalu.

Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, Jumat (7/11) siang, mengatakan pengurangan volume sampah di TPS Sandubaya berlangsung setiap hari. “Saya tidak setuju kalau disebut tidak berkurang ya. Di sana itu berkurang dari awal, setiap hari itu banyak berkurangnya,” ujarnya.

Sebelum insinerator berfungsi, ketinggian sampah di TPS mencapai lima meter. Namun kini menurun menjadi sekitar tiga meter karena proses pembakaran dilakukan rutin setiap hari dengan kapasitas sekitar 10 ton sampah per hari.

Selama ini, operasional insinerator masih menggunakan genset. Namun, DLH Kota Mataram telah mengalokasikan anggaran pada APBD Perubahan 2025 untuk pemasangan jaringan listrik agar pengoperasian alat tersebut lebih efisien. “Kita anggarkan pada ABT ini. Sedang proses listriknya, insyaallah November ini sudah terpasang. Selama ini kita pakai genset,” kata Denny.

Dalam satu hari, dua kali operasional insinerator memerlukan sekitar 15 liter bahan bakar. Denny berharap, setelah beralih ke listrik, biaya operasional bisa lebih hemat. “Kita belum bisa membandingkan, karena listrik belum kita gunakan,” katanya.

Selain dua unit insinerator milik DLH, satu insinerator dari Rumah Sakit Moh. Ruslan juga telah dipasang di TPS Sandubaya dan mulai beroperasi sejak pekan lalu. Alat tambahan tersebut menggunakan bahan bakar solar. “Minggu kemarin itu sudah terpasang,” ujar Denny.

Denny menambahkan, pada tahun depan pihaknya menargetkan tiga unit insinerator dapat beroperasi penuh agar seluruh tumpukan sampah di TPS Sandubaya dapat habis terbakar. “Paling tidak di TPS Sandubaya habis dulu. Kemudian sambil dari luar kita maksimalkan,” katanya.

DLH mencatat, produksi sampah harian di Kota Mataram mencapai 200 hingga 230 ton per hari, dengan sekitar 15 persen di antaranya belum tertangani. Selain melalui pembakaran di TPS Sandubaya, sebagian besar sampah tetap dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok di Lombok Barat.

- Advertisement -

Berita Populer