25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaPendidikanProf. Ali Resmi Daftar sebagai Calon Rektor Unram, Usung Visi Global

Prof. Ali Resmi Daftar sebagai Calon Rektor Unram, Usung Visi Global

Mataram (Inside Lombok) – Kontestasi pemilihan Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030 mulai mengerucut. Salah satu akademisi senior, Prof. Dr. Muhamad Ali, M.Si., Ph.D., resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor dengan membawa visi menjadikan Unram sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) unggul dan berdaya saing global.

Saat menyerahkan berkas pendaftaran di Mataram, Senin (10/11), Dekan Fakultas Peternakan Unram itu menyatakan keyakinannya berdasarkan pengalaman akademik dan riset internasional yang dimilikinya. “Berkat perjalanan dan pengalaman saya menimba ilmu cukup lama di luar negeri, di antaranya meraih gelar doktor dari Nagoya University, Jepang, membuat saya meyakinkan diri untuk berkontribusi sebagai pimpinan di Unram,” ujar Prof. Ali.

Guru Besar yang juga pernah menjabat Ketua LPPM Unram tersebut menilai modal utama Unram untuk menuju strata internasional sudah sangat kuat. Ia menyoroti jumlah sumber daya manusia pengajar yang melimpah sebagai kekuatan utama kampus. “Tidak ada kampus di dunia yang punya doktor sampai 300-an, profesor sampai 147-an. Artinya, itu sumber daya yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita merapikan barisan dan menjadikannya satu titik fokus untuk mencapai visi global,” tegasnya.

Prof. Ali menyebut sinergi antar-dosen menjadi kunci dalam mendorong Unram masuk ke jajaran perguruan tinggi berperingkat internasional. Selain reputasi global, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas lulusan agar siap menghadapi revolusi industri 4.0. “Indikator utama kinerja universitas ke depan adalah masa tunggu kelulusan untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Menanggapi tantangan perubahan dunia kerja akibat perkembangan Artificial Intelligence (AI), Prof. Ali berkomitmen melakukan pembaruan kurikulum. Ia menilai fleksibilitas dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi menjadi keharusan bagi perguruan tinggi. “Oleh karena itu, kita harus mewujudkan rencana pembentukan kurikulum pendidikan yang fleksibel dan cepat beradaptasi dengan teknologi, terutama AI,” ungkap akademisi yang aktif berkolaborasi riset dengan Ege University (Turki) dan Charles Darwin University (Australia) itu.

Prof. Ali mengingatkan bahwa perguruan tinggi yang tidak tanggap terhadap perubahan berisiko menghasilkan lulusan yang tidak terserap dunia kerja. Ia juga tercatat sebagai bakal calon ketiga yang lolos seleksi administrasi dan berharap lebih banyak dosen ikut berpartisipasi. “Saya berharap, banyak teman-teman dosen juga yang mendaftar, sehingga punya banyak pilihan dan semua bersaing secara sehat dengan mengedepankan ide dan gagasan,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer