Mataram (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 73,97. Capaian ini menempatkan NTB dalam kategori tinggi, dengan peningkatan sebesar 1,19 persen atau naik 0,87 poin dari tahun 2024 yang sebesar 73,10.
Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, menjelaskan bahwa kenaikan IPM ini merupakan hasil kemajuan di seluruh aspek pembangunan. “IPM NTB tahun 2025 yang mencapai 73,97 ini didukung oleh pertumbuhan di semua dimensi, mulai dari umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, hingga standar hidup layak,” ujarnya.
Ia merinci, pada dimensi kesehatan, bayi yang lahir pada tahun 2025 memiliki harapan hidup hingga 72,60 tahun atau meningkat 0,35 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. “Capaian ini menunjukkan dimensi kesehatan terus membaik. Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir kita meningkat 0,48 persen dibanding tahun 2024,” terangnya.
Pada dimensi pendidikan, rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas naik menjadi 8,21 tahun dari 7,87 tahun pada 2024, tumbuh 4,32 persen. Harapan Lama Sekolah (HLS) juga meningkat tipis dari 13,98 menjadi 13,99 tahun.
Sementara itu, pada dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp11,92 juta, naik Rp316 ribu atau tumbuh 2,72 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wahyudin menambahkan, pertumbuhan IPM terjadi merata di seluruh kabupaten/kota. Kota Mataram mencatat IPM tertinggi sebesar 82,37 dan masuk kategori sangat tinggi, sedangkan peningkatan tercepat terjadi di Kabupaten Lombok Utara sebesar 1,44 persen, disusul Kabupaten Bima sebesar 1,38 persen.
“Pencapaian ini adalah momentum penting. IPM yang terus meningkat menunjukkan bahwa upaya pembangunan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup, kesehatan, dan pendidikan masyarakat NTB berjalan di jalur yang tepat,” tutup Wahyudin.

