Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Program ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui revitalisasi jaringan irigasi lama serta pemanfaatan lahan tidur agar kembali produktif.
Menurut Iqbal, memperbaiki jaringan irigasi yang sudah ada merupakan solusi yang lebih efisien dibandingkan membangun baru, karena proses pembangunan baru sering terhambat urusan pembebasan tanah dan birokrasi yang panjang.
Ia juga mendorong pemerintah pusat agar fokus pada revitalisasi jaringan irigasi lama, termasuk peninggalan masa pemerintahan Presiden Soeharto, karena masih memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali.
“Daripada membuat irigasi baru, lebih baik menghidupkan yang lama dengan perbaikan. Alhamdulillah, Presiden langsung menyetujui usulan itu, dan sekarang programnya sudah berjalan,” ujar Iqbal di lokasi peninjauan.
Hasil dari program ini mulai terlihat. Petani di Desa Penujak kini dapat melakukan tiga kali masa tanam dalam setahun (IP300) berkat lancarnya pasokan air dari irigasi yang telah diperbaiki. “Ini musim panen terakhir. Insya Allah beberapa hari lagi kita panen. Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden, karena setiap permintaan kita yang realistis dan berpihak pada rakyat selalu cepat direspons,” kata Iqbal.
Selain itu, Iqbal juga meminta Dinas Pertanian NTB untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh jaringan irigasi yang belum tersentuh perbaikan agar bisa diusulkan dalam tahap berikutnya. Tahun ini, NTB mendapat alokasi Program Oplah seluas 10.000 hektare yang tersebar di berbagai kabupaten.
“Kalau program ini berlanjut, dalam empat tahun mendatang hampir semua irigasi di NTB bisa berfungsi optimal. Ini bukan sekadar urusan pertanian, tetapi juga tentang kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Program Oplah diharapkan menjadi contoh revitalisasi pertanian berkelanjutan di NTB, yang tidak hanya memperbaiki infrastruktur pengairan, tetapi juga membangkitkan kembali semangat gotong royong petani dalam mengelola sumber daya alam daerahnya. (gil)

