25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurDiduga Oplosan, Polres Lombok Timur Bongkar 110 Ton Beras SPHP

Diduga Oplosan, Polres Lombok Timur Bongkar 110 Ton Beras SPHP

Lombok Timur (Inside Lombok) – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur mengungkap dugaan kasus pengoplosan beras dalam jumlah besar. Dari hasil penggerebekan di sebuah gudang di wilayah Lombok Timur, petugas menemukan sekitar 110 ton beras diduga hasil oplosan yang dikemas menggunakan karung beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Kasat Reskrim sekaligus Kasatgas Pangan Polres Lombok Timur, AKP I Made Darma, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mengeluhkan kualitas beras SPHP tidak sesuai standar. “Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 19.30 Wita, tim bergerak ke lokasi gudang filial UD Indrayani yang diduga menjadi tempat pengoplosan beras,” ujarnya, Kamis (13/11).

Saat penggerebekan, polisi menemukan tumpukan besar beras dalam karung dengan total sekitar 110 ton. Berdasarkan pemeriksaan awal, beras medium tersebut dicampur dengan butiran menir secara berlebihan sehingga kualitasnya jauh di bawah standar. “Modusnya adalah memasukkan beras dengan kualitas di bawah standar ke dalam kemasan beras SPHP Bulog lima kilogram. Ini jelas merugikan konsumen,” tegasnya.

Polisi telah memeriksa sejumlah pihak, termasuk pemilik gudang, perwakilan Bulog, dan saksi ahli. Dari hasil penyelidikan sementara, ditemukan indikasi kuat adanya unsur kesengajaan dalam praktik pengoplosan tersebut. “Seluruh barang bukti dan sampel sudah kami serahkan untuk diuji di laboratorium. Kami tinggal menunggu hasil uji lab untuk memperkuat proses hukum selanjutnya,” pungkas AKP I Made Darma.

- Advertisement -

Berita Populer