24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramNTB Genjot Kedaulatan Pangan Lewat Rehabilitasi Irigasi di Tiga Kabupaten

NTB Genjot Kedaulatan Pangan Lewat Rehabilitasi Irigasi di Tiga Kabupaten

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah terus memperkuat kedaulatan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional. Program ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

Dalam mendukung kebijakan nasional tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan penguatan kedaulatan pangan sebagai salah satu dari tiga isu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Fokus utama diarahkan pada pembangunan ekosistem industri pertanian dan subsektornya melalui proyek strategis daerah di bidang irigasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Sadimin, mengatakan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.

“Kami di PUPR NTB berkomitmen untuk memastikan ketersediaan air pertanian yang memadai melalui peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di berbagai wilayah. Program ini tidak hanya memperkuat produktivitas petani, tetapi juga mendukung kedaulatan pangan sesuai arah pembangunan nasional,” ujarnya Rabu (13/11).

Pada tahun anggaran 2025, Pemerintah Provinsi NTB melaksanakan tiga proyek utama rehabilitasi jaringan irigasi. Proyek pertama adalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Maronggek Omplek di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Pekerjaan ini mencakup penanganan sepanjang 3.869,94 meter dengan luasan lahan 378 hektare dan pola tanam padi-padi-padi/palawija.

Dengan anggaran Rp6,01 miliar, proyek tersebut ditargetkan mampu meningkatkan indeks pertanaman menjadi 230 persen. Hingga awal November, progres fisik pekerjaan mencapai 73,44 persen.

Proyek kedua yakni Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Santong di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Pekerjaan sepanjang 2.140,17 meter dengan luasan 468,67 hektare ini memiliki anggaran sebesar Rp3,22 miliar. Pola tanam yang diterapkan adalah padi-padi/palawija-palawija dengan target peningkatan indeks pertanaman hingga 215 persen. Progres fisik hingga awal November tercatat sebesar 60,62 persen.

Selanjutnya, Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Kadindi di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, juga menjadi perhatian utama. Wilayah yang berada di lereng Gunung Tambora ini memiliki lahan subur namun selama ini terkendala kebocoran saluran irigasi lama.

Melalui perbaikan sepanjang 3.271 meter dengan anggaran Rp4,38 miliar, proyek ini diharapkan dapat mengairi lahan seluas 472 hektare dan meningkatkan pola tanam menjadi padi-padi/palawija-palawija. Progres fisik hingga awal November mencapai 55,36 persen.

Sadimin menambahkan, proyek-proyek tersebut diharapkan membawa dampak langsung terhadap peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani di NTB. “Kami berharap dengan selesainya tiga proyek strategis ini, indeks pertanaman dan produktivitas petani meningkat signifikan, sehingga NTB bisa menjadi daerah penopang utama kedaulatan pangan nasional,” katanya. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer