Lombok Utara (Inside Lombok) – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) tercatat 2,68 persen per Agustus 2025, lebih rendah dari rata-rata TPT Provinsi NTB sebesar 3,06 persen.
Pemerintah daerah (Pemda) terus mendorong penyediaan lapangan kerja agar serapan tenaga kerja meningkat dan pengangguran semakin menurun, terutama di tengah dinamika sektor pariwisata yang menjadi penopang ekonomi wilayah tersebut.
Bupati Lombok Utara, Najmul akhyar menyampaikan bahwa tersedia banyak lowongan kerja bagi masyarakat setempat. “Alhamdulillah angka pengangguran kita di KLU cukup rendah. Iya banyak (lowongan kerja tersedia, red), kami akan terus berupaya supaya semakin menurun. Salah satu upaya kami lewat job fair,” ujarnya, Jumat (14/11).
Job fair digelar dengan menggandeng sejumlah perusahaan agar tenaga kerja lokal terserap sesuai kebutuhan industri. Pemda KLU meminta pelaksanaan job fair ditingkatkan menjadi dua kali dalam setahun dari sebelumnya hanya satu kali.
“Setiap tahun, sekarang ini saya minta Kadis Naker-PMPTS untuk membuka job fair dua kali dalam setahun,” katanya. Langkah ini diharapkan memperluas kesempatan kerja, terutama bagi lulusan SMA dan SMK yang baru memasuki pasar kerja.
Najmul menyebutkan jumlah lowongan kerja yang ditawarkan juga akan diperbanyak. “Kalau perlu dalam sekali kita buka job fair itu bisa kita sedian sekitar 900–1000 lowongan pekerjaan, sekarang kalau dengan dua kali insya Allah dua kali lipat dari itu, sehingga ini memberikan tempat bagi anak anak muda kita di KLU bisa bekerja,” jelasnya.
Berdasarkan data BPS NTB, dari total 191,86 ribu angkatan kerja di KLU , jumlah pengangguran terbuka mencapai 3,95 ribu orang. Penduduk bekerja tercatat 143,33 ribu orang, sementara 44,57 ribu orang termasuk kategori bukan angkatan kerja. Kabupaten ini juga mencatat Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 76,77 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata provinsi yang berada pada angka 76,11 persen.
Pemda KLU menegaskan bahwa upaya penyerapan tenaga kerja akan terus ditingkatkan melalui koordinasi dengan perusahaan dan optimalisasi agenda job fair guna menjaga stabilitas pasar kerja di KLU.

