25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratSPPG Dapur MBG di Lobar Diminta Patuhi Aturan Pengelolaan Limbah

SPPG Dapur MBG di Lobar Diminta Patuhi Aturan Pengelolaan Limbah

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat (Lobar) mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar mematuhi standar pengelolaan limbah makanan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan penyebaran penyakit. Imbauan ini disampaikan karena operasional SPPG yang melayani 1.500 hingga 2.000 orang per hari menghasilkan limbah dalam jumlah besar.

DLH menegaskan bahwa pendampingan teknis kini menjadi fokus utama untuk memastikan SPPG mampu mengimplementasikan standar pengelolaan limbah cair dan padat. “Fokus utama DLH saat ini adalah memberikan pendampingan teknis kepada SPPG agar mampu mengimplementasikan standar pengelolaan limbah. Baik cair, maupun padat, secara benar,” jelas Kepala Bidang Penegakan Hukum (Gakkum) DLH Lobar, Dedi Saputra.

Menurutnya, limbah cair menjadi perhatian penting mengingat tingginya aktivitas dapur. Sisa air buangan harus diolah sebelum dilepaskan ke lingkungan, sehingga DLH turun langsung memberikan asistensi teknis untuk memastikan SPPG membangun sistem pembuangan sesuai ketentuan. “Ini adalah langkah krusial untuk menjaga kesehatan dapur mereka sendiri, sekaligus mencegah pencemaran lingkungan di sekitarnya,” tegas Dedi.

DLH mencatat sebagian besar SPPG telah menunjukkan inisiatif dengan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar sebagai indikator kepatuhan terhadap baku mutu lingkungan. Selain itu, volume sampah padat harian juga menjadi perhatian, sehingga SPPG diwajibkan menerapkan pemilahan sampah organik dan non-organik secara disiplin.

“Oleh karena itu, kami menekankan agar pemilahan sampah dilakukan secara disiplin, untuk menghindari masalah kesehatan dan lingkungan,” tandasnya.

Langkah pengawasan dan pendampingan DLH akan terus berlanjut untuk memastikan seluruh SPPG mematuhi ketentuan pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

- Advertisement -

Berita Populer