Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan monitoring dan evaluasi terhadap sejumlah proyek strategis daerah yang ditargetkan tuntas pada 2025, termasuk pembangunan Alun-Alun Tanjung, kantor DPRD, RSUD KLU, serta proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri mengatakan kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat langsung progres pengerjaan di setiap lokasi. “Saya bersama kawan-kawan tidak hanya mengecek alun alun tapi ada beberapa pekerjaan strategis yang sudah kita rencanakan kita monev hari ini. Melihat progresnya kita yakin bisa selesai tepat waktu,” tegasnya, Senin (17/11).
Ia menyampaikan bahwa Pemda akan memanggil para pelaksana proyek pada pekan berikutnya untuk mempertegas komitmen penyelesaian pekerjaan, mengingat waktu yang tersisa menuju 2026 tinggal satu bulan. “Insya Allah mungkin hari Rabu depan kita panggil semua untuk memastikan lagi bahwa pekerjaan yang mereka laksanakan ini bisa selesai tepat waktu, kemudian tepat mutunya, kualitas dan lain lain,” tuturnya.
Terkait Alun-Alun Tanjung, Kusmalahadi menjelaskan bahwa pelaksana proyek mengajukan perpanjangan waktu (addendum) dari target awal November 2025 menjadi Desember 2025. Ia menyebut pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan paving dan penyelesaian gerbang utama yang menggunakan material khusus.
“Jadi yang belum ini hanya pavling di bawah, kemudian penyelesaian gerbang utamanya ini lumayan agak berat sedikit karena ada lampu di dalam, kemudian material digunakan material khusus sehingga harganya agak tinggi. Insya Allah, ini material yang kita gunakan ekstern di pertama NTB,” jelasnya.
Proyek Alun-Alun Tanjung menelan anggaran Rp5,22 miliar dari APBD KLU 2025, meliputi pembangunan area depan alun-alun, gerbang utama, dan akses jalan masuk sepanjang 200 meter. Kusmalahadi berharap area ini dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Mudah mudahan alun ini bisa menjadi pusat kumpulnya masyarakat kita karena ini masih pertama. Insya Allah masih ada tahap duanya untuk menyelesaikan seluruh lokasi yang di lapangan Tioq Tata Tunaq akan kita desain ulang,” ujarnya.
Untuk RSUD KLU, pembangunan ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) disebut hampir rampung. “Insya Allah kalau lihat progres selesai tepat waktu, sekitar tanggal 20 Desember. Ini sudah hampir 90 persen, tinggal pasang atap, kemudian lantai dan lain sudah. Semua pengerjaan selesai di Desember, walaupun lewat biasanya ada mekanisme yang dilakukan,” katanya.
Seluruh proyek dengan anggaran tahun berjalan ditargetkan tuntas pada Desember 2025 sebagai bagian dari percepatan layanan dan infrastruktur daerah.

