25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurLebih dari 400 KK Terdampak Banjir Luapan di Pringgabaya, Pemda Lotim Dirikan...

Lebih dari 400 KK Terdampak Banjir Luapan di Pringgabaya, Pemda Lotim Dirikan Dapur Darurat

Lombok Timur (Inside Lombok) – Banjir luapan akibat hujan deras di wilayah Pringgabaya menyebabkan aliran sungai perbatasan antara Desa Seruni Mumbul dan Desa Labuhan Lombok meluap dan merendam pemukiman pada Rabu (19/11). Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) bersama BPBD NTB dan sejumlah pihak langsung melakukan asesmen serta menyalurkan bantuan awal kepada warga terdampak.

Sekretaris Daerah Lotim, M. Juaini Taofik, mengatakan banjir terjadi karena pendangkalan dan sedimentasi di beberapa aliran sungai yang menyebabkan luapan ke wilayah permukiman. Ia menyampaikan Pemda segera turun ke lokasi begitu laporan masuk. “Begitu laporan masuk dan kita dapatkan dari media sosial, kita langsung koordinasi dan terjun ke wilayah terdampak ke Pringgabaya dan Perigi,” jelasnya.

Data sementara menunjukkan 130 lebih KK terdampak di Desa Seruni Mumbul dan 445 KK di Dusun Turingan, Desa Labuhan Lombok. Di Desa Perigi, sekitar 150 KK terisolir setelah jembatan utama rusak dan tidak dapat dilalui. “Kita turun memantau dan saat hujan mereda, air juga sudah surut. Semalam juga kita salurkan bantuan berupa makanan siap saji kepada warga terdampak di Pringgabaya,” katanya.

Pemda bersama instansi terkait menyiapkan dapur darurat untuk warga yang dapurnya tergenang dan mengantisipasi kemungkinan banjir susulan. “Kondisi air sudah surut, untuk warga yang dapurnya masih tergenang dan menghindari banjir susulan. Kita sudah siapkan dapur darurat atau dapur umum untuk warga,” tuturnya.

Sekda turut mengapresiasi mitigasi mandiri yang dilakukan warga Pringgabaya, di mana masyarakat di hulu sungai memberikan peringatan dini kepada warga di hilir melalui radio komunikasi.

“Begitu ada tanda akan terjadi lonjakan volume air, warga yang di hulu langsung menginformasikan warga melalui HT untuk menghindari aliran sungai dan mencari tempat ke titik aman. Ini sangat baik dan tentunya kolaborasi antar masyarakat seperti ini harus terjalin di semua wilayah,” pungkasnya.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi, menyebut kondisi geografis wilayah saat ini rentan terhadap banjir rob dan banjir luapan. Ia menjelaskan perlunya pembangunan tanggul sebagai solusi jangka panjang. “Kami sudah berkoordinasi dengan Pemda Lotim untuk membangun tanggul itu untuk mencegah air merendam permukiman. Panjang tanggul masih dalam proses verifikasi sebelum dilaporkan ke BNPB,” jelas Ahmadi.

Ia menambahkan pentingnya pemanfaatan air sungai untuk irigasi pertanian mengingat Pringgabaya juga mengalami krisis air saat musim kemarau.

- Advertisement -

Berita Populer