Mataram (Inside Lombok) – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati menggelar pelatihan pembuatan website. Pelatihan ini menyasar generasi milenial di Kecamatan Ampenan, Kamis (20/11).
Nyayu Ernawati menegaskan, pelatihan sebagai tindaklanjut hasil reses yang dilakukannya beberapa waktu lalu. Di mana, anak-anak muda yang ditemuinya di meminta adanya sebuah pelatihan teknologi marketing. Sehingga mampu membuat usaha sendiri di rumah.
“Jadi pilihan pelatihan website ini, adalah cara saya merespon aspirasi anak-anak muda di Kecamatan Ampenan, untuk mereka bisa berkreasi dan berdikari secara ekonomi tanpa harus susah untuk absen ngantor tiap pagi,” tegasnya saat membuka pelatihan tersebut.
Disebutkan pelatihan yang diinisiasinya tersebut bersumber dari dana pokir yang dimilikinya. Untuk tahap awal, ada sebanyak 18 orang yang akan dilatih secara intensif oleh para pemateri handal dari PT. Begawe Inti Media dan Dinas Kominfo Kota Mataram.
“Selama 14 hari dari pagi hingga sore hari, para peserta akan memperoleh ilmu dan praktik secara langsung dari para pemeteri yang sudah memiliki kompetensi. Selanjutnya, mereka juga akan memperoleh pendampingan dan lisensi khusus,” katanya.
Nyayu mengaku, dirinya sengaja turun langsung melakukan absensi pada para peserta, lantaran biaya pelatihan ini cukup mahal. Juga kuota yang mengikutinya terbatas.
“Dari awal, saya ingin ada hasilnya, maka saya turun pagi-pagi mengabsen peserta pelatihan karena saya berkepentingan pascakegiatan ini, para peserta sudah bisa action untuk menghasilkan cuan untuk membantu keungan keluarganya. Inilah dasar pelatihan enggak satu atau tiga hari tapi lebih, agar peserta benar-benar punya skill untuk bisa langsunh kerja,” jelasnya.
Sebelumnya, Nyayu sudah menggelar pelatihan dengan menyasar ibu-ibu selama dua bulan dengan dibantu alat dan pendampingan. Kini, mereka sudah mampu membuka usaha salon sendiri secara mandiri.
“Maka saya enggak mau ada pelatihan sehari atau dua hari. Tapi enggak ada hasilnya. Disinilah, saya rubah polanya dengan waktu lebih lama, tapi skill dan kemampuan, peserta punya lebih,” papar Nyayu.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, mencatat persentase penduduk miskin di perkotaan naik dari 11,64 persen pada September 2024 menjadi 12,02 persen pada Maret 2025. Jumlahnya bertambah 14,94 ribu orang, dari 338,74 ribu menjadi 353,68 ribu jiwa.
Sementara, tingkat pengangguran terbuka di Ibukota Provinsi NTB, hanya turun 0,03 persen. Lulusan sekolah kejuruan mendominasi pengangguran terbuka. Karena itu, angka pengangguran masih membayangi Kota Mataram, meski kemiskinan secara keseluruhan di NTB menurun.
Di mana, pada Maret 2025, jumlah penduduk miskin di NTB tercatat sebanyak 654,57 ribu jiwa. Angka ini turun 4,03 ribu jiwa dibandingkan September 2024, dan turun 54,44 ribu jiwa dibandingkan Maret 2024.
Namun, data menunjukkan peningkatan kemiskinan di wilayah perkotaan. Sebaliknya, perdesaan justru mengalami penurunan yang signifikan.
Sementara itu, Camat Ampenan Muzakir Walad mengatakan pihaknya mendukung penuh terselenggaranya pelatihan website yang digagas Nyayu Ernawati kali ini. Sebab, hal ini dirasa menjadi solusi mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Mataram.
“Pelatihan ini adalah ide luar biasa dan pertama di Kota Mataram. Sehingga mereka akan memiliki bekal secara langsung memula.usaha baru yang produktif. Serta, tentu akan berdampak mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Mataram,” jelasnya.
Muzakir menegaskan banyak peluang kerja yang disiapkan saat bursa kerja yang dilakukan Pemkot Mataram dan Pemprov NTB selama ini. Namun, tantangannya selalu terkendala kemampuan dan pengalaman para pencari kerja. Akibatnya, peluang tersebut sia-sia.
“Dengan ada lisensi yang dimiliki peserta pelatihan. Maka, adek-adek yang hadir ini, tidak lagi gagap teknologi tapi sudah punya bekal untuk memulai usaha baru,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakannya bahwa dengan makin derasnya, perkembangan teknologi, tentunya transformasi bisnis ke ranah digital mendorong pentingnya masyarakat memahami digital kreatif marketing. Utamanya, kalangan pemuda.
“Jadi, pelatihan website ini adalah salah satu cara efektif menghadapi tantangan dan mengoptimalkan potensi kalangan milenial untuk menghadapi tahun 2030-2045 mendatang. Apalagi, 80 persen penduduk Indonesia, didominasi usia produktif,” jelas Muzakir.

