Lombok Barat (Inside Lombok) – Kegiatan mingguan Narmada Night Run digelar untuk mendorong masyarakat, khususnya anak muda Narmada, beraktivitas positif dan menerapkan pola hidup sehat. Ajang lari malam ini dirintis oleh Hapreza atau Tejok, pemuda asal Nyurlembang, sebagai kegiatan rutin yang dapat diikuti semua kalangan.
Tejok mengatakan ide tersebut muncul karena keinginan menghadirkan kegiatan positif yang dapat menghimpun warga. “Lalu kami berpikir kenapa gak kita buat Narmada Night Run saja. Akhirnya saya dan empat temannya lainnya mencoba membuat kegiatan ini dengan biaya seadanya dulu,” ujarnya kepada Inside Lombok, Jumat (21/11/2025).
Ia menyebut pelaksanaan perdana di luar ekspektasi karena langsung diikuti sekitar 50 peserta. “Awalnya kami kira bakal sedikit yang ikut, ternyata awal ikut sekitar 50 orang,” imbuhnya.
Meski modal awal terbatas, kegiatan tetap berjalan dengan dukungan peralatan sederhana. Menurut Tejok, dana yang terkumpul saat itu hanya cukup untuk membeli sekitar 15 gelang reflektor bagi peserta, sementara jumlah warga yang bergabung terus bertambah. Hingga pelaksanaan keempat, jumlah peserta disebut telah mencapai sekitar 273 orang, termasuk dari luar Narmada seperti Kota Mataram.
“Jadwalnya setiap hari Selasa pukul 20.00 Wita, start point di Gedung Seni Budaya Narmada,” terangnya.
Rute lari melintasi Narmada, Lembua, dan Nyurlembang sejauh sekitar lima kilometer. Peserta berlari melewati jalur yang sebagian masih minim penerangan, namun antusiasme warga tetap tinggi dengan rentang usia peserta dari remaja hingga dewasa. Tejok berharap pemerintah dapat membantu penyediaan penerangan jalan di sejumlah titik.
“Harapan kami, ke depannya dilirik Pemerintah terkait untuk dibantu penerangan di rute yang kami lalui dan di titik kumpul,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga yang ingin bergabung dapat mengakses tautan grup WhatsApp melalui akun Instagram destinasi_narmada. “Kalau ada yang mau gabung, tinggal DM ig destinasi_narmada. Kami biasanya juga membuat story link grup di ig story,” jelasnya.
Kegiatan ini tidak memungut biaya, kecuali parkir yang hasilnya digunakan untuk membeli perlengkapan keselamatan peserta. “Minggu depan Insyallah sudah ada beberapa (gelang) dan rompi reflektor, kebetulan kemarin kita sudah ada uang parkir yang masuk,” pungkas Tejok.
Salah seorang peserta, Romi, menilai kegiatan ini menjadi ruang pertemuan positif bagi anak muda Narmada. “Narmada Night Run ini sangat positif dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terutama anak muda khususnya di Narmada akan pentingnya gaya hidup sehat,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah desa maupun kecamatan memberi dukungan, terutama terkait penerangan di jalur lari. “Butuh atensi Pemerintah Desa atau Kecamatan, agar di beberapa titik rute yang kita lewati dibantu untuk penerangan jalannya,” tandasnya.

